rilis-bumn

PLN Luncurkan Nusantara InnoVision Center untuk Digitalisasi Sistem Pembangkit Listrik Terintegrasi

Minggu, 28 Juli 2024 | 09:00 WIB
PLN Nusantara Power (PLN NP) meluncurkan Nusantara InnoVision Center (NIC) sebagai pusat pemantauan dan pengendalian operasional sistem pembangkit listrik secara realtime. (Dok. PLN Nusantara Power)

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Nusantara Power (PLN NP) meluncurkan Nusantara InnoVision Center (NIC) pada Jumat (26/7) di Kantor Strategis PLN NP Jakarta.

Peluncuran NIC ini dilakukan sebagai pusat pemantauan dan pengendalian operasional sistem pembangkit listrik secara realtime.

Melalui inovasi berbasis teknologi digital ini, PLN optimis mampu mendukung operasional perusahaan, khususnya dalam mendukung transisi energi.

Baca Juga: Hari Terakhir Jogja International Kite Festival 2024, Ratusan Layang-layang Indah Kembali Hiasi Langit Pantai Prangkusumo

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan, peluncuran program NIC menjadi bukti komitmen perseroan untuk menjadi perusahaan energi modern kelas dunia.

Terobosan strategis ini sekaligus melanjutkan transformasi digital di lingkungan PLN Group.

“Sebagai pemegang mandat penyediaan ketenagalistrikan nasional, PLN Group bertekad untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung ketahanan energi nasional."

Baca Juga: PT Sang Hyang Seri Tampilkan Produk Unggulan di Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Nasional IX Bandung

"Serta menyediakan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Darmawan.

"Tentunya dengan dukungan NIC, PLN NP ke depan dapat lebih agile dalam mendukung peran strategis tersebut,” ujar Darmawan.

Darmawan berharap program NIC juga dapat berkontribusi dalam peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di tanah air.

Baca Juga: Gas Bumi untuk IKN, Perusahaan Gas Negara (PGN) Distribusi Gas ke Hotel Nusantara

Mengingat di masa depan akan semakin banyak listrik hijau yang berkarakter intermiten masuk ke dalam sistem kelistrikan PLN.

”Dengan adanya transisi energi, kita harus bisa memasukkan listrik EBT yang intermitten dalam skala besar," kata Darmawan.

Halaman:

Tags

Terkini