Meskipun terdapat peningkatan beban klaim neto dengan nilai Rp1,1 triliun atau meningkat 16,7% YoY, namun peningkatan ini masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan premi yang dimiliki oleh Tugu Insurance.
Baca Juga: Cara Bayar Listrik dan Beli Token Melalui Livin by Mandiri, Simak Tutorial Lengkapnya
Total beban usaha dan beban usaha lainnya juga hanya mengalami kenaikan sebesar 18,2% YoY menjadi Rp597 miliar, dimana kenaikan tersebut merupakan variable cost yang disebabkan karena pertumbuhan bisnis.
Dari pencapaian tersebut di atas, maka laba operasi Tugu Insurance mencapai Rp517 miliar pada Semester I 2024, atau tumbuh 68% YoY dibandingkan Semester I tahun 2023 yang mencapai Rp308 miliar.
Kemudian laba bersih Perusahaan yang diatribusikan untuk entitas induk mencapai Rp439 miliar.
Baca Juga: Tips Membuat CV yang ATS Friendly agar Lolos Seleksi Otomatis
Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih yang diatribusikan untuk induk tersebut turun 57,6%.
Namun hal ini dikarenakan pada tahun ini Tugu Insurance tidak lagi mencatatkan pendapatan yang bersifat one off atas kemenangan dengan kasus hukum Citibank Hong Kong seperti di tahun 2023, dimana Perusahaan mendapatkan Rp 1 triliun atas gugatan yang membuat kenaikan pada laba bersih Perusahaan pada tahun lalu.
Presiden Direktur Tugu Insurance Tatang Nurhidayat menambahkan, “Tentunya keberhasilan kinerja Tugu Insurance sepanjang Semester I 2024 ini tidak terlepas dari upaya dan komitmen Perusahaan yang senantiasa mengelola risiko dengan tepat."
"Tugu Insurance juga terus mengoptimalkan captive business di beberapa sektor utama, melakukan penetrasi pada non-captive business, serta membangun berbagai distribution channel baru," terangnya.
Tatang menambahkan, Perusahaan juga terus mengembangkan berbagai produk yang kompetitif, agar dapat diterima dan sesuai dengan kebutuhan market. Selain itu, pencapaian Tugu Insurance juga didukung oleh perbaikan kinerja anak usaha yang dimiliki Perusahaan.
Adapun, pada akhir Juni 2024, TUGU secara konsolidasi mencatatkan aset Rp28,8 triliun dan posisi aset investasinya mencapai Rp11,7 triliun. Sementara itu, posisi ekuitas sebesar Rp10,2 triliun.
Baca Juga: KAI Group Optimalkan Energi Bersih dan Inovasi Digital untuk Capai Zero Net Emission
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menambahkan, melalui perolehan laba pada kinerja Tugu Insurance Semester I 2024, diharapkan dapat terus tumbuh dan berkontribusi dalam memajukan sektor perasuransian di Indonesia.
”Kinerja positif Tugu Insurance diharapkan juga dapat meningkatkan kepercayaan pelanggannya sehingga dapat berpengaruh positif terhadap kinerja dan stabilitas perusahaan dalam jangka panjang,” pungkas Fadjar.***