Pada tahun 2019, Pemerintah Indonesia memperkenalkan inisiatif Pembangunan Rendah Karbon (Low Carbon Development Initiative/LCDI).
Ini adalah sebuah strategi yang mengakui pentingnya regenerasi sumber daya alam seperti hutan, lahan gambut, dan sistem air, di tengah meningkatnya permintaan akan lahan, dan sumber daya lain.
“Inisiatif ini menandai kemajuan dari model ekonomi konvensional menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan dan sirkular. Sudah saatnya perekonomian kita bergeser dari ekonomi konvensional ke ekonomi regeneratif," kata Tasdiyanto.
"Dengan modal kekayaan alam dan pemanfaatan jasa lingkungan yang baik, bangsa Indonesia pantas optimis menjadi negara maju yang sejahtera dan sekaligus memiliki lingkungan hidup yang baik. Ekonomi dan ekologi niscaya maju bersama,” jelas Tasdiyanto.
Dinamika ekonomi global dan nasional yang fluktuatif, tingginya risiko ketidakpastian dan potensi pemulihan ekonomi di pertumbuhan ini menjadi momentum terbaik untuk perusahaan senantiasa bergerak dengan inisiasinya menyelaraskan Sustainable Development Goals (SDGs).
Hal itu disampaikan CEO & Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi Muhamad Ihsan.
Menurut Ihsan, keberlanjutan ini dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif yang konsisten.
Baca Juga: Eksekusi Sumur Horizontal MSF di Blok Rokan, PHR Hasilkan Produksi di Atas 500 Barel Minyak Per Hari
Di tahun ini Indonesia menempati peringkat 78 dari 167 negara, dengan 2 poin unggulan di sosial yakni Penurunan Kemiskinan dan Peningkatan Pendidikan Berkualitas; 2 poin unggulan di lingkungan yakni Pengelolaan Produksi yang Bertanggung Jawab dan Penanganan Perubahan Iklim.
“Pemberian award ini berdasarkan penilaian melalui desk research dan media monitoring pada aspek pemimpin atas penilaian diantaranya: Green Vision & Mission; Green Action; dan Green Commitment."
"Tiga aspek tersebut menjadi dasar pemimpin perusahaan berhak mendapatkan penghargaan,” ucap Ihsan.