"Perusahaan juga mengejar penyelesaian sejumlah PSN dan proyek di IKN pada Semester II 2024 seperti Bendungan Meninting, Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3;
"Serta Jalan Tol Segmen Segmen Karangjoang-KKT Kariangau (Seksi 3A), Rusun ASN 2, Gedung Kemenko 2, Bandara VVIP, hingga Rumah Sakit di IKN,” imbuh Budi.
Dari sisi penugasan, di tahun ini Hutama Karya menargetkan 47 km JTTS terbangun pada tahap I.
Baca Juga: Mirip di Hanoi, Sensasi Ngopi di Pinggir Rel Kereta Api Juga Bisa Kamu Rasakan di Selak Kopi Malang
Sementara untuk tahap II, target terbangun adalah 42,6 km. Hingga Semester I 2024, Hutama Karya telah menambah operasional Tol Stabat – Tanjungpura, Tol Indrapura – Kisaran Seksi Limapuluh - Kisaran, dan Tol Bangkinang – XIII Koto Kampar.
“Adapun di Semester II Tahun 2024, Hutama Karya menargetkan penyelesaian sejumlah Ruas JTTS di Tahap I dan Sebagian Tahap II."
"Untuk Tahap I yakni Jalan Tol Kuala Tanjung – Pematang Siantar (Seksi 2-4) sepanjang 75 km oleh PT Hutama Marga Waskita, Jalan Tol Binjai – Pangkalan Brandan (Seksi 3) (20 km), Jalan Tol Sigli – Banda Aceh (Seksi 1) (25 km) , dan Jalan Tol Padang – Sicincin (37 km)."
"Sementara untuk Tahap II yakni Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino (Seksi 3) (34 km),” terang Budi.
Dari sisi bisnis pengelolaan Jalan Tol, Hutama Karya mencatat tren peningkatan trafik yang cukup signifikan pada ruas-ruas yang dikelola.
Selama periode Semester I 2024, pertumbuhan trafik mencapai 11% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2023.
“Selain bertambahnya ruas-ruas tol operasi, pertumbuhan trafik ini juga disebabkan oleh periode mudik hingga cuti bersama long weekend yang cukup panjang."
"Hutama Karya memproyeksikan pertumbuhan trafik mencapai 16% di sisa tahun 2024 sehingga pendapatan penerimaan dari jalan tol dapat meningkat,” tutup Budi Harto, Direktur Utama Hutama Karya.