Dengan adanya Ferizy ini, penumpang dapat memesan tiket secara mudah dan cepat tanpa harus antre di loket.
Digitalisasi ini bahkan sudah merambah ke wilayah Indonesia Timur pada awal Juli lalu di Pelabuhan Kupang NTT kemudian dilanjutkan dengan lintasan Bira-Pamatata yang menghubungkan Makasar dan Selayar pada Kamis (18/7) lalu.
Dengan penerapan ini diharapkan dapat mempermudah mobilisasi masyarakat dan logistik daerah.
Adapun pada Sabtu (3/8) mendatang, penerapan reservasi tiket online akan dilakukan di Pelabuhan Bastiong dan Rum sehingga total implementasi digitalisasi tiket tersebut tersebar di 37 pelabuhan.
Baca Juga: Rp 31 Miliar Setoran Dividen, ASDP Pimpin BUMN Logistik di Tahun Buku 2023
Pelabuhan tersebut mencakup Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Ajibata, Ambarita, Jangkar, Sape, Labuan Bajo, Lembar, Padangbai, Jepara, Karimun Jawa, Ujung, Kamal, Kayangan, Pototano, Tanjung Kalian, Pagimana, Gorontalo, Galala, Hunimua, Waipirit, Namlea, Batulicin, Tanjung Serdang, Bajoe, Kolaka, Bolok, Larantuka, Kalabahi, Aimere, Waingapu, Bira, Pamatata, Bastiong, dan Rum.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sempat memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja ASDP yang telah berupaya menjadi operator layanan ferry dengan jumlah armada terbesar.
Selain itu, ASDP dinilai telah melakukan peningkatan fasilitas dan pelayanan baik pelabuhan maupun penyeberangan.
“Hal tersebut pun selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam peningkatan akses layanan penyeberangan,” papar Erick.
Menteri Erick juga meminta ASDP tetap meneruskan inovasi, seperti yang telah dilakukan dalam layanan pembelian tiket ferry berbasis daring, Ferizy.
Erick mengapresiasi layanan Ferizy yang merupakan bentuk transformasi digitalisasi ASDP dalam memberikan kemudahan kepada pengguna jasa penyeberangan untuk melakukan reservasi dan pembelian tiket secara daring.***