Kabar BUMN – Menyandang gelar perusahaan energi hijau kelas dunia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) terus aktif melakukan perlindungan keanekaragaman hayati dan memberdayakan komunitas di setiap area operasionalnya.
Upaya-upaya yang dilakukan PGE selama ini pun mendapat pengakuan di ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2024.
PGE Area Kamojang, Ulubelu, dan Karaha berhasil meraih penghargaan inovasi bidang lingkungan dan sosial di ajang tersebut.
Baca Juga: PGE Area Lahendong Kolaborasi untuk Pelestarian Satwa Terancam di Sulawesi Utara
Komitmen ketiga area operasional tersebut yang untuk terus memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat itu pun mendapat apresiasi dari Direktur Utama PGE Julfi Hadi.
“Raihan kami di ENSIA 2024 merupakan bukti nyata bahwa PGE terus memajukan berbagai inovasi dan solusi terhadap permasalahan yang ada pada lingkungan dan masyarakat di sekitar area operasional kami.
"Kami meyakini bahwa ekosistem yang sehat dan masyarakat yang sejahtera merupakan kunci dari kesuksesan pembangunan yang berkelanjutan, yang juga akan berdampak ke ketahanan energi nasional,” kata Julfi Hadi.
ENSIA 2024 merupakan ajang apresiasi kepada para pelaku usaha yang berhasil mengembangkan inovasi lingkungan, sosial, serta mengusung local hero yang berhasil menjadi penggerak inovasi sosial di masyarakat.
Penghargaan ini diselenggarakan PT Sucofindo yang berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
PGE Area Kamojang berhasil meraih tujuh penghargaan, yaitu tiga penghargaan kategori Platinum di bidang penurunan emisi, pengurangan limbah B3, dan 3R limbah padat non-B3, serta empat penghargaan kategori Gold di bidang efisiensi energi, efisiensi air, perlindungan keanekaragaman hayati, dan inovasi sosial.
Ketujuh penghargaan ini menunjukkan keunggulan PGE Area Kamojang dalam inovasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Perusahaan memperkenalkan program TJSL unggulannya, yaitu Nurturing the Environment Through Kamojang Green Living Ecosystem (NENG ELIE), yang berhasil memberikan manfaat kepada 13.200 masyarakat di sekitar wilayah operasional dan mereduksi emisi hingga 4.642,2 ton CO2eq per tahun.