"Kehadiran IndigoSpace Bali adalah wujud nyata komitmen Telkom Indonesia untuk mendukung ekosistem startup di Indonesia, khususnya di Bali," kata Direktur Digital Business Telkom, Fajrin Rasyid.
"Harapannya melalui IndigoSpace kami dapat menciptakan kolaborasi yang kuat antara startup dengan para inovator dan pemangku kepentingan di bidang teknologi dan bisnis, sekaligus mendukung pertumbuhan inovasi melalui para startup dalam negeri” tambah dia.
Lebih lanjut, EVP Digital Business and Technology Telkom, Komang Budi Aryasa, menyampaikan bahwa Telkom terus beradaptasi dan berkontribusi terhadap perkembangan teknologi, termasuk teknologi terkini seperti Artificial Intelligence (AI).
Baca Juga: 4 Penjual Soto Legendaris di Indonesia, Ada yang Eksis Sejak Tahun 1921
Melalui Indigo, Telkom ingin melahirkan startup nasional yang mampu memberikan dampak positif terhadap bangsa.
Serta dapat berkontribusi dalam memberikan solusi baik dalam konteks sosial maupun lingkungan dengan memanfaatkan teknologi termasuk AI.
“Kami melihat teknologi AI sebagai salah satu pendorong utama inovasi masa depan yang bisa dimanfaatkan oleh para startup," kata Komang.
"Melalui IndigoSpace Bali, kami ingin memastikan bahwa startup di Bali memiliki akses serta dukungan tidak hanya dalam mengembangkan bisnis,
"Tetapi juga dapat berkontribusi terhadap bangsa melalui solusi yang diberikan termasuk solusi AI,” ujar Komang.
Dimulai pada tahun 2013, program inkubasi Indigo membawa semangat untuk mengakselerasi startup digital agar dapat melahirkan berbagai inovasi hasil karya anak bangsa dari berbagai sektor.
Baca Juga: Ada Kesempatan Magang Sebagai Arsitek Junior di Perumnas, Simak Detail Lowongannya Berikut
Program Indigo telah berhasil membina lebih dari 200 startup dari berbagai industri di Indonesia.
Selain menyediakan dukungan pendanaan, program Indigo juga memberikan pembinaan berupa mentoring, akses ke jaringan investor, hingga membuka jalan bagi startup untuk berkolaborasi dengan Telkom.