Kabar BUMN - PT Pertamina EP Bunyu Field telah berhasil meningkatkan produksi minyak di Lapangan Bunyu, Kalimantan Utara.
Keberhasilan ini diraih melalui penerapan teknologi pengeboran sumur horizontal yang pertama kali di wilayah tersebut.
Pengeboran sumur B-243HZ yang berlangsung dari 28 April hingga 12 Juni 2024 berhasil menambah produksi minyak sebesar 200 barel per hari.
Baca Juga: DAMRI Layani Perjalanan Langsung AKAP Yogyakarta - Bogor, Tarif Rp200 Ribu
Menurut Brando Sitinjak, Pjs Senior Manager Bunyu Field, inovasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas lapangan migas.
Dengan mengadopsi praktik terbaik, inovasi, dan teknologi canggih, Pertamina EP bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, kecepatan pengeboran, dan menekan biaya operasional.
“Program pengeboran sumur-sumur produksi baru merupakan bagian rencana kerja dan strategi pengelolaan kinerja base business untuk menahan laju penurunan produksi alamiah,” jelas Brando.
Baca Juga: 10 Ide Ucapan HUT RI ke-79: Sambut 17 Agustus dengan Pesan Hangat
Menurutnya, pengeboran sumur horizontal B-243HZ di Lapangan Bunyu merupakan pengeboran yang cukup sulit dan berisiko tinggi tapi berhasil diselesaikan dengan zero incident.
Manager Subsurface Development Area 2 Zona 10, Budi Setiawan, juga menyampaikan rasa optimismenya.
Ia meyakini bahwa keberhasilan pengeboran sumur horizontal perdana ini akan membawa perusahaan untuk terus melihat peluang penerapannya pada pengeboran pengembangan sumur-sumur lainnya di wilayah Bunyu.
Baca Juga: I Gede Sumarjaya Puji Terobosan Erick Thohir Tentang Klasterisasi dan Holdingisasi BUMN
“Keberhasilan pertama di struktur Bunyu ini diharapkan bisa mengeksploitasi potensi subsurface."
"Sekaligus membuka peluang strategi metode pengembangan struktur Bunyu ke depan dalam upaya optimasi produksi hidrokarbon yang belum terkuras melalui sumur vertikal," jelasnya.