Kabar BUMN – Penjualan kredit karbon Pertamina NRE di bursa karbon meningkat.
Kesadaran pelaku industri terhadap isu perubahan iklim mendorong peningkatan upaya penurunan emisi atas aktivitas operasional korporasi.
Hal ini salah satunya tercermin dari meningkatnya penjualan kredit karbon Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE).
Baca Juga: 18 Twibbon HUT RI ke-19 untuk Semarakkan 17 Agustus 2024, Download Gratis di Sini!
Pertamina NRE menjadi penjual kredit karbon pertama pada saat diluncurkannya perdagangan Perdana IDX Carbon pada 26 September 2023.
Volume kredit karbon yang diperdagangkan mencapai sekitar 864 ribu ton CO2e.
Pada saat perdagangan Perdana di IDX Carbon, volume yang terjual mencapai sekitar 460 ribu ton CO2e dan hingga Juli 2024 realisasi volume penjualan meningkat hingga mencapai sekitar 565 ribu ton CO2e.
Baca Juga: Ulang Tahun ke-134, Bio Farma Salurkan Bantuan Rp2.150.000.000 untuk Masyarakat
Kredit karbon Pertamina NRE saat ini menguasai 93 persen pangsa pasar kredit karbon di Indonesia.
“Pertamina NRE memiliki komitmen kuat terhadap upaya dekarbonisasi di Indonesia, salah satunya melalui perdagangan kredit karbon untuk mendukung penurunan emisi terutama di sektor industri. Kami memiliki berbagai portofolio hijau dan energi bersih yang berpotensi menjadi sumber kredit karbon.
"Kami sangat terbuka dan antusias untuk bekerja sama dengan industri yang memiliki aspirasi untuk menurunkan emisi dari aktivitas operasionalnya,” ujar Dicky Septriadi, Corporate Secretary Pertamina NRE.
Pertamina NRE memiliki kredit karbon dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 yang dikelola oleh anak usaha Pertamina NRE, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), dengan volume sekitar 864 ribu tCO2e, yang dihasilkan selama periode 2016 – 2020.
Kredit karbon ini telah memenuhi standar nasional yang ditetapkan oleh KLHK.