Kabar BUMN - PLN sukses membantu petani tambak udang vaname di Takalar, Sulawesi Selatan, meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha.
Melalui program Electrifying Agriculture (EA), petani seperti Sardi kini dapat menghemat biaya operasional hingga Rp15,8 juta per bulan berkat pasokan listrik hijau 33 kVA.
Layanan Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN juga membuka kesempatan bagi usaha tersebut untuk memasuki pasar ekspor.
Penghematan biaya ini tidak hanya meningkatkan profitabilitas usaha, tetapi juga membuka peluang untuk memperluas skala produksi dan menembus pasar ekspor yang semakin menuntut produk ramah lingkungan.
Sardi, pemilik tambak udang seluas dua hektar, mengungkapkan bahwa program EA dari PLN telah berhasil menekan biaya operasional tambaknya hingga Rp15,8 juta per bulan.
Hal ini dicapai melalui penyediaan listrik hijau dengan kapasitas sebesar 33 kiloVolt Ampere (kVA). Dengan dukungan ini, usaha tambak udangnya kini dapat beroperasi lebih efisien dan menjajaki peluang ekspor.
Baca Juga: Simak! Ini Harga Pertamax di Berbagai Daerah setelah Kenaikan per 10 Agustus 2024
“Program EA PLN mampu mendorong peningkatan budidaya udang dan mendorong efisiensi biaya operasional tambak udang hingga 29 persen tiap bulan,” ujarnya.
Sebelum menggunakan listrik hijau PLN, Sardi mengaku sempat mengalami gagal panen sebanyak dua kali akibat suplai tegangan listrik yang kurang stabil saat menggunakan genset.
Hal ini mengakibatkan kincir di tambak tidak beroperasi secara maksimal dan memengaruhi kualitas pertumbuhan udang.
"Selain menghemat biaya operasional, hadirnya listrik dapat mengoptimalkan semua peralatan listrik yang ada seperti kincir dan penerangan yang dinyalakan malam hari untuk menjaga kualitas udang," ujar Sardi.