Bimtek itu bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya kegiatan Program Kampung Iklim dalam rangka meminimalisir dampak pemanasan global, serta memberikan bimbingan secara teknis terkait dengan pengembangan sumber daya alam, upaya konservasi, serta upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Baca Juga: Layanan Avtur di Juanda Makin Modern, Pertamina Patra Niaga Andalkan Pipa Bawah Tanah
“Hasil dari program pendampingan yang dilakukan JOB Tomori selama ini, maka pada tahun ini berhasil menghantar sepuluh dari tujuh belas desa binaan di Kabupaten Banggai, lolos dari verifikasi Nominasi Proklim Utama,” imbuh Andry.
Desa Sumberharjo merupakan desa binaan JOB Tomori yang dikenal sebagai desa penghasil beras organik dengan menggunakan pupuk kompos maupun pembasmi hama secara ramah lingkungan, terintegrasi dengan ekosistem sekitarnya.
Salah satu cara pembasmi tikus yang sangat merugikan hasil pertanian adalah dengan konservasi burung hantu.
Baca Juga: Pertamina Unjuk UMKM Ramah Lingkungan di Bazar Merdeka DWP KBUMN
Petani menyediakan rumah bagi burung hantu (RUBUHA) dan burung hantu membantu petani membasmi hama tikus pada malam hari.
Pada siang hari burung bangau yang akan memakan hama serangga.
Sebagaimana diketahui, penggunaan pupuk konvensional menyebabkan permasalahan pertanian yakni pencemaran lingkungan, degradasi tanah atau ketidakseimbangan nutrisi pada tanaman.
Baca Juga: Pertamina Berdayakan Nelayan Kepulauan Seribu, Program CID Berjalan Sukses
Pemakaian pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan pemupukan zat kimia di tanah dan akhir, yang pada akhirnya dapat merusak ekosistem alami.
Selain itu, hama tikus sawah juga menjadi masalah serius karena dapat merusak tanaman padi yang menyebabkan kerugian signifikan karena gagal panen.
“Selain menggunakan perangkap, penanganan hama tikus sawah juga dapat dilakukan dengan pendendalian predator alami dan pengelolaan lingkungan pertanian yang baik,” tambah Relation, Security & ComDev Manager JOB Tomori Visnu C Bhawono.
Baca Juga: PT Pertamina Hulu Indonesia dan BOSF Teruskan Kerja Sama Pelestarian Orangutan di Kalimantan Timur
Program Kampung Iklim (ProKlim) adalah program lingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam meningkatkan keterlibatan kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi GRK serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.