Dengan volume tampungan 16 juta meter kubik, jumlah tersebut diproyeksikan mampu menyuplai air baku sebanyak 2.000 liter per detik untuk IKN dan 500 liter per detik untuk Balikpapan.
Selain itu, dalam hal konservasi, Bendungan Sepaku Semoi dimanfaatkan untuk menyimpan air selama musim hujan.
Tampungan tersebut akan digunakan sebagai pasokan air di musim kemarau demi memastikan pasokan air yang stabil sepanjang tahun.
Tak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di IKN, Brantas Abipraya juga melakukan pembangunan 14 Embung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN Nusantara, sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi luapan air hujan di kawasan Ibukota Nusantara.
“Bangunan konservasi air berbentuk kolam ini dapat menampung air hujan dan air limpahan atau air rembesan."
"Embung akan menyimpan air di musim hujan, kemudian airnya dapat dimanfaatkan pada musim kemarau atau saat kekurangan air,” jelasnya.
Baca Juga: Jelang Upacara HUT RI ke-79, PGN Telah Mengalirkan Gas Bumi di IKN dengan Moda CNG
Embung KIPP ini siap menjadi infrastruktur konservasi air sekaligus memperindah KIPP.
Embung ini juga berfungsi menyediakan air baku untuk keperluan non air minum, menurunkan suhu di sekitar KIPP dan dapat menjadi ruang rekreasi publik.
Selain embung, Brantas Abipraya juga membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sepaku.
Dengan berkontribusi bersama BUMN Konstruksi lain, IPA Sepaku ini nantinya akan menjadi sumber air minum utama bagi seluruh penduduk di IKN.
Sumber air IKN ini dibangun untuk mengalirkan air bersih dengan kapasitas 300 liter per detik yang diambil dari Intake Sungai Sepaku.
Pembangunan IPA Sepaku merupakan salah satu komitmen Brantas Abipaya dalam upaya meningkatkan infrastruktur dan kualitas hidup masyarakat, khususnya sumber air bersih.