rilis-bumn

Momen HUT RI, Realisasi PMN ke PLN Merdekakan Listrik Bagi 953 Warga di 7 Desa Pelosok Bengkayang, Kalbar

Selasa, 20 Agustus 2024 | 10:00 WIB
Petugas PLN sedang melakukan pemasangan trafo menggunakan crane pada proyek lisdes di Desa Sukabangun, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (Dok. PLN)

"Listrik merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat.

"Melalui Penyertaan Modal Negara (PMN), kami berkomitmen mendukung pemerintah dalam mewujudkan pemerataan listrik di seluruh penjuru Tanah Air," jelas Darmawan.

Baca Juga: Pastikan Kelancaran HUT RI ke-79, Dirut PLN Cek Langsung Keandalan Infrastruktur Kelistrikan di IKN

Dengan terangnya listrik di tujuh desa ini, harapan Darmawan untuk menciptakan multiplier effect tampaknya kian terwujud.

Dengan begitu, listrik akan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memacu pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan di tujuh Desa tersebut.

Untuk mewujudkan hal itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Joice Lanny Wantania menceritakan, bahwa di momentum hari kemerdekaan ke-79 RI pihaknya terus berjuang melistriki walaupun banyak tantangan di mana letak georafis dan medannya sangat berat.

Baca Juga: Sinergi PLN dan GD Power: Bangun PLTS Terapung 129 MWp di Karangkates

PLN berhasil membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 46,79 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 31,9 kms, serta 16 gardu distribusi dengan total kapasitas 1.120 kiloVolt Ampere (kVA).

Ini semua adalah bukti perjuangan PLN dalam menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri.

"Dengan perjuangan tanpa lelah, akhirnya PLN mampu menyalurkan listrik andal di Kabupaten Bengkayang.

Baca Juga: PLN Siap Hadirkan 100 Persen Listrik Hijau pada HUT ke-79 RI di IKN

"Ini adalah bukti dukungan kami kepada pemerintah, di mana PLN akan terus mengupayakan pembangunan kelistrikan hingga ke daerah terpencil," kata Joice menutup ceritanya.

Kini berkat upaya PLN yang didukung oleh PMN, tujuh Desa di Bengkayang yang sebelumnya hanya menikmati listrik seadanya bahkan sebagian hanya bisa menikmati lampu pelita mulai bersinar terang.

Cahaya listrik membawa harapan baru, meski mereka berada di ujung negeri.

Sebuah wujud negara hadir, pengejawantahan sila kelima Pancasila bahwa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia adalah komitmen, sebuah janji yang terus diupayakan saat ini esok dan selamanya.***

Halaman:

Tags

Terkini