Kabar BUMN - PT Elnusa Tbk (ELNUSA, IDX: ELSA), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang bernaung di bawah Subholding Upstream Pertamina, terus berupaya meningkatkan kompetensi karyawan melalui berbagai inisiatif strategis.
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah pelaksanaan penilaian kompetensi teknis yang dimulai sejak tahun 2023.
Setelah berhasil menggelar penilaian kompetensi di bidang operasional, Elnusa kini memperluas cakupan penilaian ke bidang layanan bersama.
Baca Juga: Berkunjung ke Banyuwangi? Icipi 5 Kuliner Khas Ini
Langkah strategis ini semakin diperkuat dengan penandatanganan kerja sama dengan Universitas Pertamina, yang memiliki pengalaman serta sumber daya di bidang pendidikan, tidak hanya di industri minyak dan gas tetapi juga di bidang manajemen dan lainnya.
Dengan keahlian yang luas dan kamus kompetensi yang lengkap, Universitas Pertamina menjadi mitra strategis yang ideal bagi Elnusa untuk berkolaborasi dalam pembentukan kamus kompetensi dan pelaksanaan penilaian kompetensi.
Direktur SDM & Umum Elnusa Hera Handayani, menyatakan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi kedua belah pihak.
Baca Juga: Menyala! Bank Mandiri Apresiasi Paskibraka Tingkat Pusat
“Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas assessment yang tidak hanya terbatas pada teknis, tetapi juga aspek lainnya yang relevan dengan kebutuhan perusahaan dan industri."
"Kami juga berharap kerja sama ini dapat berkembang lebih jauh ke bidang-bidang lain yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Elnusa juga Universitas Pertamina,” ujar Hera.
Senada dengan hal tersebut, Prof.Dr.techn. Djoko Triyono, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerja Sama Universitas Pertamina, mengungkapkan komitmennya dalam mendukung Elnusa melalui kontribusi dalam penyusunan kamus kompetensi yang lengkap serta assessment yang lebih menyeluruh.
"Kami memiliki potensi besar dalam bidang pendidikan dan penelitian, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan industri."
"Kerja sama ini merupakan langkah positif bagi kedua institusi dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang lebih kompetitif," ujar Joko Triono.