Selain itu, melimpahnya ikan dan biota laut di sekitar terumbu karang juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi baru untuk meningkatkan ekowisata dan membantu nelayan setempat.
Baca Juga: PHE Oses Bersama POKLAHSAR Selar Asin Beri Bantuan Rumah Pengering Ikan
Tahun ini PHE OSES semakin memperkuat inisiatif konservasi, termasuk pelestarian penyu sisik, penyu hijau, dan kima raksasa.
Pemuda lokal yang tergabung di Kelompok Penggiat Lingkungan di Kepulauan Seribu dilibatkan sebagai pelaku utama kegiatan, dengan pendampingan dari Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS).
Tercatat lebih dari 22.000 telur penyu sisik (eretmochelys imbricata) berhasil diselamatkan, dan 16.000 tukik dilepaskan ke habitat alaminya.
Baca Juga: PHE OSES Tingkatkan Keandalan Infrastruktur dengan Remajakan Pipa Minyak di Kawasan Kepulauan Seribu
Selain itu, program translokasi kima di Pulau Kelapa Dua juga dilakukan.
Kima merupakan biota laut langka seperti kerang dengan ukuran mencapai 1,5 meter.
Pada 2009, keberadaan kima terpantau di area TNKpS, tepatnya di Pulau Penjaliran.
Baca Juga: Aksi PHE OSES Manfaatkan Energi Baru dan Terbarukan Untuk Nelayan Pesisir Lampung Timur
PHE OSES dan TNKpS menginisiasi program translokasi kima non gigas sebagai salah satu upaya konservasi dan pembesaran kima in-situ secara alami.
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pemeliharaan dan pembesaran kima kawasan TNKpS. Sebanyak 150 bibit kima non-gigas telah ditranslokasi.
Mendekat ke wilayah daratan, kondisi lahan kritis juga ditemukan di pesisir akibat abrasi.
Baca Juga: PHE OSES Dukung Profesionalitas Jurnalistik Melalui Uji Kompetensi Wartawan
Untuk menjaga garis pantai agar tidak semakin tergerus, PHE OSES bersama masyarakat setempat telah menanam sekitar 130.000 bibit mangrove di Pulau Sabira, Pulau Harapan dan Pulau Kelapa sejak 2019.