"Sehingga berdampak pada pemenuhan kebutuhan energi dari sektor Oil and Gas, fossil fuel cenderung turun”, sambung Avep.
PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), afiliasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina memiliki rencana jangka panjang stakeholder dan customer yang sangat penting bagi strategi perusahaan jasa.
Salah satunya adalah membentuk strategi SCM dengan mesinergikan rencana (plan), supplier management, logistics optimization, and cost control.
Baca Juga: Program Undi-undi Hepi Telkomsel Agustus 2024 Segera Ditutup!
Ditambahkan Avep, “Hal ini mendorong upaya mitigasi risiko, keberlanjutan, inovasi, dan kolaborasi."
"Menyelaraskan SCM dengan LTP memastikan alokasi sumber daya yang efisien, ketepatan, dan peningkatan berkelanjutan, yang pada akhirnya mengarah pada efisiensi operasional yang lebih baik dan kemitraan yang lebih kuat”.
Dalam mewujudkan End to End Well Construction Business, bisnis Pertamina Drilling saat ini sudah memiliki resource yang mendukung untuk hal tersebut.
Baca Juga: Lawang Sewu & Ambarawa, Latar Sempurna untuk Photoshoot Tak Terlupakan dengan Tarif yang Menarik
Sebagai core business Pertamina Drilling saat ini sudah memiliki dan mengoperasikan 50 Rig. Terdiri dari 47 Rig Onshore dan 3 Rig Offshore.
Rig-rig tersebut tersebar diseluruh wilayah Indonesia baik dari regional 1 sampai dengan regional 4.
Selain itu Pertamina Drilling mengalokasikan 1 rig untuk Training Center dan sebagai foodprint diluar negeri, Pertamina Drilling memiliki project di Malaysia dan Timur Leste.
Hubungan asset dengan bisnis kami tidak hanya rig tetapi juga associated drilling services seperti H2S, Directional Drilling dan lainnya.***