Kabar BUMN – Krakatau Steel Group memberikan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pembangunan sarana air bersih melalui program Sumur Artesis di Kampung Kagungan, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.
Bantuan ini diberikan dalam rangka perayaan HUT ke-54 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, pada Rabu, 28 Agustus 2024 lalu.
Program ini tidak hanya menjadi bukti nyata kepedulian Krakatau Steel terhadap masyarakat, tetapi juga hasil kolaborasi erat dengan PT BNI (Persero) Tbk dan Kodim 0623 Cilegon dalam rangka mendukung program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD).
Baca Juga: 6 Kuliner Indonesia yang Mendunia, Salah Satunya Sampai di Produksi di Luar Negeri
Acara ini turut dihadiri oleh Direktur SDM Krakatau Steel, Sriyani Puspa Kinasih; Dandim 0623 Kota Cilegon, Letkol Infantri Aryo Priyoutomo; Asda 2 Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra; Camat Grogol; Lurah Gerem; serta para tokoh masyarakat dan jajaran direksi Krakatau Steel Group.
Kehadiran mereka memperkuat sinergi antara BUMN, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Direktur SDM Krakatau Steel Sriyani Puspa Kinasih menyampaikan bahwa kekeringan atau kesulitan mendapatkan air bersih merupakan isu krusial di wilayah Kampung Kagungan, Gerem sehingga menyebabkan tidak optimalnya pemenuhan akses air bersih untuk masyarakat.
Baca Juga: Tingkatkan Skill Lokal, PEP Papua Field Gelar Pelatihan Forklift untuk SDM Papua
Hal itu, lanjut dia, salah satunya karena kondisi geografi dan topografi di mana areanya berbukit dan lapisan tanahnya berupa bongkahan batu sehingga berdampak pada sulit dan tingginya biaya pengeboran.
“Dengan kondisi tersebut, Krakatau Steel Group, dengan PT BNI (Persero) Tbk, dan TNI melalui TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) bersama berkolaborasi membangun sumur artesis,” jelas Sriyani.
Sumur Artesis merupakan salah satu sarana penyedia air bersih bagi masyarakat yang dibuat melalui pembuatan saluran air tanah dengan lapisan paling dalam dengan karateristik air dan dipengaruhi kontaminasi lebih sedikit.
Baca Juga: BATIC 2024, Hari Pertama Konferensi Shaping The Future of Global Connectivity
Sebelumnya, warga sekitar hanya mendapatkan jatah dua hari sekali untuk mengakses air bersih, karena harus bergantian dengan warga lainnya.