Kabar BUMN - Organisasi Kemahasiswaan Cipayung Plus melakukan kunjunan ke Kilang Pertamina di Balikpapan pada Kamis (29/8/2024).
Kunjungan ini disambut PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan dan PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).
Ada 33 mahasiswa dari organisasi berbeda yang berpartisipasi dalam kunjungan ini.
Tim Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), General Manager PT KPI Unit Balikpapan dan Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menyambut langsung kunjungan mereka.
Dalam kesempatan itu, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Brahmantya Satyamurti Poewardi menyampaikan dukungan penuh Pertamina kepada mahasiswa dan mahasiswi yang ingin membuat karya tulis ilmiah terkait Pertamina.
“Kami harapkan dari kunjungan ini mahasiswa dapat mulai meneliti dan menulis.
Baca Juga: Kolaborasi Alam, Pertamina dan Yayasan Owa Jawa Selamatkan Primata Langka Gunung Puntang
"Kami akan siap men-support data-data yang dibutuhkan, sehingga karya tulisnya menjadi lebih tepat,” ujar Brahmantya yang akrab disapa Tiyok ini.
Cipayung Plus adalah gabungan sebelas organisasi kemahasiswaan yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), dan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI).
Lebih lanjut, Tiyok mengajak para mahasiswa OKP Cipayung Plus untuk terus bersinergi mencapai tujuan bersama demi kemajuan bangsa.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Pertalite Tetap Disalurkan pada 1 September 2024
“Terima kasih atas kehadirannya di Balikpapan teman-teman dari Cipayung Plus yang mewakili generasi muda Indonesia.
"Mari kita berkolaborasi menyatukan suara dan semangat dalam menjaga ketahanan energi nasional,” tambah Tiyok.