rilis-bumn

Tiga Tahun Gencarkan Inovasi, Pupuk Indonesia Ciptakan Benefit Rp1,8 Triliun

Jumat, 6 September 2024 | 19:30 WIB
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi di tengah acara Pupuk Indonesia Quality & Innovation (PIQI) 2024. (DOK. Pupuk Indonesia)

Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menegaskan komitmennya mengedepankan inovasi yang mengarah pada pertumbuhan serta keberlanjutan industri melalui Pupuk Indonesia Quality & Innovation (PIQI) 2024.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyatakan, inovasi pada industri pupuk sangat krusial mengingat peran strategis Pupuk Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Terlebih di tengah dinamika perekonomian dan geopolitik dunia hingga perubahan iklim yang turut mempengaruhi rantai pasok pangan global.

Baca Juga: Via Aplikasi DIMAS, Pupuk Indonesia Buka Pendaftaran Distributor Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2025

“Ini adalah event konvensi inovasi yang dilakukan Pupuk Indonesia Grup,” tegas Rahmad dalam acara PIQI 2024 di Palembang, Rabu (4/9/2024).

Dalam PIQI 2024 ini beragam karya inovasi Pupuk Indonesia terbukti berhasil memberikan kinerja operasional yang positif.

Hal ini pun mendapat pengakuan publik di tingkat nasional maupun global, dimana Pupuk Indonesia berhasil masuk dalam daftar 100 perusahaan terbaik di Indonesia versi Majalah Fortune Indonesia, dan masuk ke dalam 500 perusahaan terbaik di ASEAN versi Majalah Fortune pada tahun 2024.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Grup Dukung Program Konversi Motor Listrik

Untuk menjaga keberlanjutan kinerja positif, Pupuk Indonesia ke depan akan semakin gencar menggalakkan budaya inovasi, salah satunya lewat konvensi inovasi tahunan seperti PIQI 2024.

Finalis PIQI 2024 tercatat mampu menjawab kebutuhan dan tantangan bisnis Pupuk Indonesia, baik dari segi keandalan operasional, penekanan biaya produksi, peningkatan daya saing produk, hingga efektivitas organisasi.

Misalnya saja inovasi dari Pupuk Sriwidjaja Palembang yang memodifikasi unit daya hidrolik sehingga mempercepat waktu perbaikan aktuator hidrolik yang merupakan komponen vital untuk mengendalikan berbagai peralatan dan mesin pada pabrik pupuk Urea.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Kembangkan Proyek Amonia Hijau Hybrid Pertama di Dunia

Sebelum ada inovasi ini, proses perbaikan aktuator hidrolik memakan waktu 336 jam dan dilakukan oleh pihak ketiga.

Setelah inovasi, perbaikan dapat dilakukan secara mandiri dan hanya memakan waktu 16 jam, sehingga meningkatkan keandalan operasional, efisiensi serta optimalisasi produksi.

Halaman:

Tags

Terkini