Kabar BUMN - PT PLN (Persero) kembali melayani Green Energy as a Services melalui Renewable Energy Certificate (REC) untuk pelanggan segmen industri.
Kali ini, PT Ajinomoto Indonesia sepakat menggunakan layanan REC sebesar 219 ribu unit per tahun untuk kedua pabriknya di Jawa Timur dan Jawa Barat.
Jumlah tersebut setara dengan 219 giga watt hour (GWh).
Baca Juga: PLN Siapkan Listrik Bersih Layani Pertumbuhan Industri Data Center di Indonesia
Kesepakatan ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan dalam gelaran Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen PLN dalam mendukung upaya Pemerintah mengatasi perubahan iklim melalui berbagai upaya salah satunya melalui inovasi layanan REC.
Hingga saat ini, pemanfaatan REC telah mendapat kepercayaan dari pelaku usaha berbagai sektor termasuk industri dan bisnis yang membutuhkan suplai listrik hijau untuk kegiatan usahanya.
Baca Juga: 135 Mahasiswa ITPLN Lolos Seleksi dan Teken Kontrak Ikatan Kerja dengan PLN
"Dalam mendorong transisi energi, PLN berupaya maksimal memetakan dan mengoptimalkan semua peluang yang ada.
"Semakin tingginya kepercayaan pelaku usaha dalam menggunakan REC menjadi bukti layanan ini merupakan alternatif yang mudah dan cepat bagi pelaku usaha yang ingin memenuhi kebutuhan listriknya dari sumber energi haru terbarukan (EBT),” ujar Darmawan.
Dalam kerja sama ini, Ajinomoto akan menggunakan REC sebesar 196 GWh per tahun untuk pabrik di Jawa Timur dan sebesar 23 GWh per tahun untuk pabrik di Jawa Barat.
Baca Juga: Perbanyak Charging Station EV, PLN Gandeng PT Utomo Charge+ Indonesia dan ACME Corporation
Darmawan melanjutkan, penggunaan REC berpotensi mengerek rasio penggunaan energi terbarukan Ajinomoto Indonesia dan kerja sama ini merupakan bentuk sinergi dalam upaya penurunan emisi.
Menurutnya, kolaborasi merupakan salah satu kunci utama dalam upaya transisi energi di Indonesia.