Konsentrasi baru ini diikuti oleh 15 karyawan Hutama Karya yang telah melalui serangkaian tahap seleksi baik di perusahaan maupun secara akademik oleh UGM dan dibiayai penuh melalui program Karyasiswa Hutama Karya.
Baca Juga: Pusuk Buhit, Menikmati Keindahan Samosir dari Sudut Pandang yang Berbeda
“Ini merupakan konsentrasi pertama di Indonesia dan saat ini hanya dibuka dalam kelas UGM & Hutama Karya.
"Seluruh peserta program ini adalah top talent perusahaan dengan prestasi kinerja yang sangat baik dan dipersiapkan menjadi pimpinan sejumlah proyek strategis Hutama Karya kedepannya,” imbuh Adjib.
Jika sukses, Hutama Karya berharap program ini dapat dilanjutkan kedepannya dengan jumlah mahasiswa yang lebih banyak dan jurusan lain yang potensial.
Sementara itu, mewakili UGM, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A. selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen FEB UGM, Kampus Jakarta (MBAUGM) menyampaikan bahwa sebagai Program yang terakreditasi AACSB International dan Unggul, MBA UGM selalu merumuskan dan mengembangkan suatu konsentrasi sesuai kebutuhan industri dan bisnis di masa datang.
Dalam hal ini MBA UGM menyambut baik dan mengapresiasi inisiasi yang dilakukan oleh Hutama Karya yang sejalan dengan bertumbuhnya industri infrastruktur di Indonesia yang diharapkan mendukung pembangunan nasional menuju indonesia emas 2045.
“Konsentrasi ini diharapkan sebagai wadah merajut keunggulan pengalaman praktik di bidang infrastruktur dengan kekuatan konseptual akademik melalui pembelajaran berbasis kasus (case-based learning), sebagaimana konsentrasi eksisting seperti Railway Management, Entrepreneurship, Sustainability Management, Finance, Strategic Management, Operations Management, Human Resources and Organization, dan Marketing,” ujar Prof. Dr. Eduardus Tendelilin.
Baca Juga: Yuk, Magang Bareng di PT Graha Sarana Duta! Posisi Marketing & Customer Care Support Masih Tersedia
Sebagai informasi, hingga saat ini, Hutama Karya telah menjalin kerjasama strategis dengan sejumlah universitas terkemuka di Indonesia dan juga di Internasional dengan total 290 Karyasiswa telah dikirimkan untuk menempuh pendidikan lanjutan.
Dalam kolaborasi tersebut, Hutama Karya mentargetkan karyasiswa program pendidikan lanjutan S2 pada jurusan yang relevan dengan kebutuhan strategis perusahaan.
Mulai dari Geoteknik, Manajemen Proyek, Manajemen Rekayasa Konstruksi, Supply Chain, Tunnel Engineering, dan Business Management dengan total investasi mencapai Rp 14 miliar per tahunnya, untuk tahun 2024.
“Program pendidikan lanjutan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi karyawan, tetapi juga menciptakan budaya belajar yang berkelanjutan dan dapat mencetak SDM yang siap bersaing dan mendukung pencapaian target perusahaan dalam PSN, termasuk penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS),” tutup Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.***