Kabar BUMN - PT Pertamina (Persero) terus memperluas peluang kerja sama dalam pengembangan hulu migas di wilayah Amerika Latin dan Karibia, atau yang dikenal sebagai Kawasan LAC.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi Pertamina untuk memperkuat kehadirannya di pasar global.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyatakan bahwa penjajakan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Baca Juga: Pelestarian Aset Nasional, Perhutani Serahkan Galur Murni Ulat Sutra Murbei Kepada BRIN
“Pertamina terus memperkuat ketahanan energi nasional baik dengan optimalisasi hulu migas domestik maupun pengembangan migas di luar negeri."
"Untuk memperkuat ketahanan energi ini, Pertamina membuka sinergi dengan berbagai pihak,” ujar Fadjar.
Pertamina, imbuh Fadjar, menerapkan strategi ganda dalam menjaga ketahanan energi nasional yakni melanjutkan dan memperkuat bisnis eksisting dan sekaligus mengembangkan bisnis rendah karbon.
Baca Juga: Sampah Menjadi Berkah, Program TJSL Pertamina Mendapat Pujian Ibu Negara
Menurut Fadjar, Kawasan LAC memiliki potensi migas yang cukup besar dan terbuka peluang bagi Pertamina untuk menjajaki kerja sama mengembangkan wilayah kerja migas.
“Pertamina telah memiliki pengalaman mengelola hulu migas di berbagai negara di dunia termasuk di Venezuela yang merupakan salah satu negara di Kawasan Kawasan LAC,” imbuh Fadjar.
Fadjar menambahkan, Pertamina akan fokus menjajaki peluang kerja sama di Suriname, Guyana, dan Brasil karena merupakan wilayah dengan potensi migas yang cukup besar.
Baca Juga: Gerai Ayam Goreng Tepung Korea atau Korean Chicken di Jakarta, Ada yang Sering Muncul di Drakor
Suriname, tambahnya, memiliki cadangan terbukti minyak mentah hingga 89 juta barel dengan perusahaan utamanya yakni Staatsolie, perusahaan minyak negara Suriname.