“Alat CO Log ini sangat berguna untuk mendeteksi keberadaan hidrokarbon di dalam formasi untuk daerah-daerah yang mature terutama sumur tua atau sumur idle yang ingin diketahui apakah masih ada sisa minyak atau hidrokarbon di dalamnya,” jelas Bachtiar.
Baca Juga: Solid di Tengah Tantangan, Elnusa Dorong Kontribusi Positif untuk Industri Migas
Elnusa saat ini telah merealisasikan investasi pembelian logging tools CO Log generasi termutakhir dalam rangka pengembangan usaha perusahaan untuk kegiatan jasa pengukuran kadar karbon dan kadar oksigen yang ada di dalam suatu formasi batuan.
“Pembelian alat ini kami sasar untuk pasar yang terbuka lebar dari banyaknya sumur tua tadi.
"Upaya ini menjadi langkah nyata dukungan Elnusa dalam meningkatkan produksi migas nasional,” tutur Bachtiar.
Baca Juga: Elnusa Perkuat Kemitraan dengan Universitas Pertamina untuk Tingkatkan Kompetensi SDM
Sebenarnya Elnusa sudah lama bergelut dengan teknologi CO Log generasi lama sejak tahun 2005 dengan menggandeng sub kontraktor CO Log dari salah satu perusahaan internasional.
Kini dengan investasi CO Log, Elnusa siap bersaing untuk meramaikan pasar jasa CO Log yang selama ini didominasi asing.
Apalagi Elnusa juga telah mendidik engineer kompeten yang akan menjadi tulang punggung dari jasa CO Log Elnusa.
Baca Juga: HUT ke-79 RI: Elnusa Komitmen Tingkatkan Kontribusi untuk Ketahanan Energi Nasional
“Untuk perusahaan dalam negeri saat ini baru Elnusa yang terjun ke CO Log service ini.
"Hal ini akan menjadi competitive advantage bagi Elnusa untuk mendapatkan pekerjaan terkait CO Log di Indonesia,” ucap Bachtiar.
Elnusa akan melakukan survei dengan alat CO Log pada sumur-sumur minyak tua Pertamina yang ada di Jambi, Prabumulih, Cirebon, Jawa Timur, sampai Kalimantan.
Jika respon pasar bagus, Bachtiar mengatakan Elnusa akan mengkaji penambahan 2-4 unit CO Log lagi pada tahun 2025 mendatang.