"Kami berharap, para peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha mereka sendiri, sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan, tapi juga mampu berdaya mandiri," tambahnya.
Dalam pelatihan ini, peserta juga berkesempatan belajar langsung dari para ahli, seperti Pengusaha dan Trainer Ato Sunarto, Difabel Motivator Mohammada Hikmat, Content Creator Nour Enjela, dan Barista sekaligus pengusaha kedai kopi Yoseph Susanto.
Kehadiran para pemateri ini diharapkan dapat memberikan inspirasi serta wawasan praktis bagi para peserta untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka.
Rosidah, salah satu peserta dari PPDFI, menyampaikan apresiasinya terhadap Jasa Marga yang telah menyelenggarakan program ini.
"Pelatihan ini sangat membantu kami untuk mendapatkan wawasan baru, khususnya dalam mengembangkan usaha. Harapannya, kami bisa lebih maju dan mandiri setelah mengikuti program ini. Terima kasih kepada Jasa Marga yang telah peduli dan memberikan kesempatan ini kepada kami," ungkap Rosidah.
Pelatihan ini adaalah bagian dari berbagai program TJSL yang telah dijalankan Jasa Marga.
Sebelumnya, Jasa Marga telah sukses melaksanakan program Jasa Marga Medical Keliling (Jamedlink), yang menyediakan layanan kesehatan untuk masyarakat di sekitar proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen.
Selain itu, Jasa Marga juga berkontribusi pada modernisasi pertanian di Desa Kuwiran yang terletak di wilayah operasional Jalan Tol Jogja-Solo.
Di bulan Ramadan 2024, Jasa Marga mengadakan program BUKBER (BUdaya Kita BERbagi), yang mencakup berbagai inisiatif, seperti mudik gratis bekerja sama dengan Kementerian BUMN, pasar sembako murah, dan bazar untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melalui berbagai inisiatif ini, Jasa Marga terus berupaya untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian lebih, seperti penyandang disabilitas.***