Perhiasan yang dihasilkan oleh D’etnick mengedepankan desain etnik yang membawa cerita lokal.
Baca Juga: Bigbox dari Telkom Manfaatkan Teknologi AI untuk Analisis Sentimen Pelanggan
Tidak hanya itu, pemanfaatan serbuk kulit kerang limbah kerajinan sebagai bahan kosmetik juga sudah dilakukan oleh UMKM D’etnick Istana Mutiara Lombok.
Begitupun dengan pemilik usaha Kelapa Idea, Admiatun Suwendatanti, mengungkapkan bahwa kesempatan yang diberikan oleh Pertamina membawa usahanya kian meningkat.
"Dampaknya sangat signifikan. Pertama, kami mendapatkan income yang sangat baik dari seperti biasanya."
Baca Juga: Prestasi PIEP di HUT ke-78 SPS 2024, Kantongi Silver Winner Kategori Press Release Terbaik
"Kedua, keuntungan branding yang dapat memperkenalkan produk secara cuma-cuma, baik kepada wisatawan lokal maupun asing."
"Ketiga, bisa memberikan dampak kepada orang sekeliling kita," jelas Admiatun.
Bergabungnya Kelapa Idea menjadi Mitra binaan Pertamina sudah mengantarkan produknya hingga menembus pasar luar negeri, seperti Korea Selatan dan Malaysia.
Baca Juga: ICCEF 2024, MIND ID Memamerkan Program Pengelolaan Limbah yang Berdampak Positif Kepada Lingkungan
"Pada 2022, kami bergabung dengan Pertamina dan mulai banyak mengikuti pameran."
"Sejak itulah mulai banyak dikenal dan mendapatkan pasar luar negeri, berbagi informasi untuk membuka jaringan dengan mitra binaan lain," tutur Admiatun.
Kelapa Idea didirikan untuk mengatasi masalah lingkungan yang ada di Desa Pohgading, yakni banyaknya limbah turunan kelapa yang tidak terkelola dan minimnya keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan baku.