rilis-bumn

Digitalisasi PTPN IV PalmCo Buat Mahasiswa Universitas Riau Berdecak Kagum

Kamis, 26 September 2024 | 08:00 WIB
Direktur Sumber Daya Manusia dan Informasi Teknologi PTPN IV PalmCo Suhendri saat menjadi pembicara di Bisnis Indonesia Goes To Campus 2024 di Universitas Riau, Kota Pekanbaru pada Rabu (25/9/2024). (Dok. PTPN IV PalmCo)

"Namun, sekarang sudah mekanisasi yang disempurnakan dengan sistem digital. Itu luar biasa menurut saya," kata dia.

Hal senada disampaikan Rini, mahasiswa Komunikasi Universitas Riau yang mengatakan menyimak setiap materi yang disampaikan Direktur SDM IT PTPN IV PalmCo.

Baca Juga: Rokan Hulu Banjir, PTPN IV Regional III Salurkan Setengah Ton Sembako Bagi Korban Terdampak

Ia turut mengaku bangga bahwa saat ini Indonesia memiliki perusahaan kelapa sawit terluas di dunia.

"Semoga nantinya saya bisa menjadi bagian dari PalmCo usai lulus kuliah," timpalnya.

Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Rahayuningsih menyatakan bahwa Bisnis Indonesia Goes To Campus (BGTC) telah sukses berjalan selama dua tahun terakhir.

Baca Juga: Emas di Genggaman! PTPN IV Raih Kemenangan Gemilang di Tenis HUT Pemprov Riau

"Kali ini di 2024 kami hadir di Universitas Riau setelah sukses menggelar program serupa di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) beberapa waktu lalu," kata dia.

Menurutnya BGTC 2024 ini digelar dalam format hybrid, yang memungkinkan mahasiswa tidak hanya mengikuti secara langsung, tetapi juga menyaksikan secara daring.

Ada tiga topik utama yang dibahas dalam program ini, yakni karier, finansial, dan jurnalistik.

Baca Juga: PTPN IV Juara Sepakbola, Bima Sakti Jadi Saksi Kemenangan di Piala Gubernur Riau

"Dengan bekal materi ini, mahasiswa diharapkan lebih kuat menghadapi masa depan, terutama dalam menghadapi perubahan dunia kerja dan digitalisasi yang berkembang pesat," lanjutnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNRI, Hermanda, mengapresiasi program BGTC ini karena dianggap relevan dengan tantangan yang dihadapi mahasiswa di era globalisasi dan digitalisasi saat ini.

"Kita semua dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global dan krisis lingkungan yang memaksa kita untuk beradaptasi dengan teknologi dan digitalisasi, termasuk teknologi hijau," demikian Hermanda.***

Halaman:

Tags

Terkini