Hal ini menjadi keunggulan kompetitif SIG untuk mempertahankan kepemimpinan di industri, seiring meningkatnya kesadaran publik dan dorongan pemerintah dalam penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan.
”Semen hijau SIG yang lebih rendah karbon menjadi faktor pembeda dari semen konvensional. Keunggulan dalam aspek keberlanjutan ini menjadikan SIG sebagai game changer yang mengubah arah industri bergerak menuju industri hijau."
Baca Juga: PGE dan Chevron Siap Eksplorasi Panas Bumi di WKP Way Ratai Melalui PT Cahaya Anagata Energy (CAE)
Hal ini penting untuk menciptakan peluang bisnis yang berkontribusi positif terhadap pertumbuhan kinerja, di tengah kondisi persaingan pasar yang ketat,” kata Vita Mahreyni.
Sebagai pemimpin industri dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia, SIG memiliki tujuh merek semen yang kuat dan menjadi pemimpin pasar di masing-masing regionnya.
Antara lain Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Andalas, Semen Baturaja, serta Thang Long Cement.
Baca Juga: Satu Jam Lagi Menuju War Tiket Konser Maroon 5 Jakarta di Livin' Sukha, Saldomu Sudah Aman Kan?
Selain tersertifikasi SNI untuk kualitas dan mengandung lebih dari 90% komponen dalam negeri (TKDN), produk SIG juga telah meraih sertifikat Green Label dari Green Product Council Indonesia.
Belum lama, SIG juga menghadirkan precise-interlock brick, produk turunan semen untuk hunian tapak ramah lingkungan.
Precise-interlock brick SIG telah teruji memadai untuk diaplikasikan di wilayah dengan tingkat seismisitas tinggi (KDS D) sesuai dengan standar uji Siklik Modular 2D dari PUSKIM PUPR.
Baca Juga: Tips Naik Transportasi Umum Saat Liburan di Korea Selatan
Kehadiran precise-interlock brick diharapkan menjadi solusi untuk mendukung Pemerintah dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat yang dapat dibangun lebih cepat dan lebih efisien.
Selain upaya mencapai peningkatan operational excellence, hingga semester pertama tahun 2024, SIG juga mampu menjaga ketahanan keuangan dengan mencatatkan arus kas dari operasi yang positif.
Sehingga mampu menurunkan saldo hutang dan mempertahankan rasio solvabilitas yang sehat.
Baca Juga: Media Tour: Hutama Karya Tunjukkan Keberlanjutan Jalan Tol Trans Sumatera Tahap Dua