rilis-bumn

Gedung Bandara Nusantara IKN Garapan Hutama Karya Sambut Pendaratan Perdana Presiden Jokowi

Kamis, 26 September 2024 | 17:30 WIB
Presiden Jokowi mendarat perdana di Bandara Nusantara IKN menggunakan Pesawat Kepresidenan RJ-85, disambut para Menteri dan Pimpinan Daerah. (Dok. Hutama Karya )

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim menjelaskan bahwa pada proyek Bandara Nusantara, Hutama Karya mengerjakan pembangunan fasilitas sisi darat.

Baca Juga: PAL Goes to Campus Hadir di Universitas Diponegoro, Buka Peluang Mahasiswa ke Sektor Maritim

Di antaranya pekerjaan infrastruktur (drainase, pedestrian, jalan akses, dan embung), Terminal VVIP dan Terminal VIP yang mengusung desain Perisai Suku Dayak (Talawang) seluas 7.350 m2.

Kemudian Menara Pengawas dan Kantor Administrasi Airnav, Gedung Administrasi dan Operasional, Gedung PKP-PK, Fasilitas Meteorologi, Bangunan Genset/MPH, Rumah Pompa dan GWT, Kargo.

Lalu Sewage Treatment Plant (STP), Bangunan TPS Terpadu, Fasilitas Peribadatan, Rumah Dinas tipe 36, 70 dan 120, serta Pos Pemeriksaan Sisi Udara.

Baca Juga: PT Brantas Abipraya Buka Lowongan Magang Bersertifikat Resmi Kementerian BUMN, Simak Posisi dan Kualifikasi yang Dibutuhkan

“Saat ini pekerjaan yang telah selesai yakni Infrastruktur dan Terminal VVIP, dengan pekerjaan tersisa diantaranya penyelesaian Terminal VIP, Menara Pengawas dan Kantor Administrasi Airnav, serta bangunan penunjang lainnya."

"Progres pengerjaan secara keseluruhan telah mencapai 80,6% dan ditargetkan beroperasi secara menyeluruh pada bulan Desember 2024 mendatang,” ujar Adjib.

Lebih lanjut Adjib menjelaskan bahwa pembebasan lahan dan curah hujan tinggi menjadi tantangan sendiri dalam penyelesaian proyek ini secara keseluruhan, dengan target penyelesaian proyek dan beroperasi 7 (tujuh) bulan sejak proyek dimulai.

Baca Juga: PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Buka Lowongan Magang di Divisi Pengadaan Dalam Negeri, Khusus Perempuan!

“Menghadapi tantangan tersebut, kami melakukan pembentukan tim khusus pembebasan lahan, yang terdiri dari berbagai pihak terkait termasuk jajaran pemerintahan, aparat keamanan, kementerian, dan para tokoh desa."

"Sedangkan untuk memantau curah hujan yang tinggi, kami bekerjasama dengan BMKG untuk menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

"Serta meningkatkan jumlah sumber daya alat maupun tenaga kerja hingga 2 (dua) kali lipat guna memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secara cepat dan efisien sekaligus menjaga kualitas hasil akhir proyek,” imbuh Adjib.

Baca Juga: Dicari Lulusan S1 Semua Jurusan untuk Jadi Staf Admin dan Sosmed untuk Perusahaan BUMN, Kirim Lamaran ke PT MUM

Adjib juga menyampaikan bahwa dalam menjaga mutu dan kualitas pekerjaan, proyek ini memanfaatkan beberapa teknologi pendukung dan strategi penanganan untuk memastikan hasil yang optimal.

Halaman:

Tags

Terkini