Kabar BUMN – PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui kegiatan pemberdayaan di Desa Karangpatihan, Ponorogo, Jawa Timur.
Perusahaan ini berperan aktif dalam mendukung program pemberdayaan yang diinisiasi oleh pemerintah setempat dan telah berjalan dengan baik.
Pupuk Indonesia hadir untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan pupuk berkualitas.
Baca Juga: Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Sabet 5 Penghargaan Good Mining Practice dari Kementerian ESDM
Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan mendorong perkembangan kognitif masyarakat.
Desa Karangpatihan dikenal sempat mendapat julukan "Kampung Idiot" pada 2008 akibat tingginya jumlah warga yang mengalami keterbelakangan mental.
Pada masa itu, sekitar 300 warga desa mengalami keterbelakangan mental yang sebagian besar diakibatkan oleh kekurangan gizi.
Baca Juga: Keren! Aset Bank Mandiri Naik 46% Sejak 2020, Tunjukkan Komitmen BUMN dalam Pembangunan Ekonomi
Kondisi ini diperparah oleh tanah pertanian yang tandus dan minim akan unsur hara penting seperti yodium dan zinc.
Namun, sejak 2013, berkat kolaborasi dengan berbagai pihak, kondisi desa ini perlahan membaik.
Jumlah warga yang mengalami keterbelakangan mental kini menurun drastis menjadi 98 orang, dan program-program pemberdayaan telah membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Baca Juga: Inovasi GREATHealth+: Kolaborasi AdMedika dan Great Eastern Life Indonesia
Salah satu upaya nyata yang dilakukan warga Karangpatihan adalah memberdayakan penyandang disabilitas melalui berbagai kegiatan produktif seperti beternak kambing dan memproduksi Batik Ciprat, yang menjadi ciri khas desa ini.
Melalui kegiatan tersebut, mereka berusaha menciptakan sumber pendapatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.