"Karena itu, kita hadirkan petani dari banyak tempat di Indonesia. Petani muda millennial, masa depan ini milik kalian.
"Kalau istilah di perusahaan, petani millenial adalah pemegang saham utama Indonesia emas 2045.
"Sebagai pemegang saham, pasti harus mengupayakan supaya negara kita bisa mencapai tujuannya.
"Karena itu, saya menyambut baik program ini. Mari kita bersama-sama mencari cara supaya Indonesia bisa segera menuju ketahanan pangan,” ujar Rahmad.
Pupuk Indonesia percaya bahwa regenerasi petani adalah salah satu kunci keberlanjutan sektor pertanian.
Oleh karena itu, pada program Jambore MAKMUR 2024 turut melibatkan Taruna MAKMUR, yaitu para mahasiswa yang akan memberikan pendampingan budidaya dan memberikan layanan agronomis bagi petani yang bergabung pada Program MAKMUR.
Pada 2023 lalu saat pertama kali diluncurkan, program Taruna MAKMUR telah berhasil menjaring 76 mahasiswa yang berasal dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) lingkup Kementerian Pertanian RI yakni Polbangtan Bogor, Yogyakarta, Malang, Medan, dan Gowa.
Baca Juga: Peringati Hari Pelanggan, Pupuk Indonesia Niaga Gelar Temu Pelanggan
Sejak diluncurkan di 2021, program MAKMUR telah sukses memberdayakan lebih dari 130.233 petani dan mencakup 328.612 hektar lahan pertanian.
Hasil nyata terlihat dari peningkatan produktivitas padi sebesar 14 persen dan kenaikan pendapatan petani hingga 38 persen.
Dengan dampak positif ini, Pupuk Indonesia optimis bahwa program MAKMUR akan terus berkontribusi pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.
“Kita selalu berbicara pada sasaran pendirian negara ini adalah untuk kemakmuran rakyat, untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.