Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, dalam jangka panjang, pengusahaan Jalan Tol Trans Jawa diproyeksi akan terus mengalami pertumbuhan positif seiring dengan pengembangan infrastruktur dan jaringan jalan di berbagai wilayah di pulau Jawa, sehingga tentunya akan menghasilkan value yang optimal bagi pemegang saham dan para stakeholder.
Baca Juga: Jasa Marga Catat 191 Ribu Kendaraan Meninggalkan Jabotabek Tiga Hari Menjelang Libur Maulid Nabi
Sebagai perusahaan publik yang bergerak di industri jalan tol, Jasa Marga berkomitmen untuk mendukung pengembangan jalan tol secara berkelanjutan, salah satunya dengan menggandeng mitra strategis yang kredibel dan memiliki kesamaan Visi untuk turut berinvestasi di sektor ini.
Jasa Marga melaksanakan aksi korporasi berupa kerja sama investasi melalui program Equity Financing PT JTT dengan strategic partner, yang selanjutnya akan bersama-sama mengelola ruas jalan tol di koridor Trans Jawa.
"Penandatanganan SPA ini tentunya merupakan wujud komitmen kerja sama investasi dalam pengusahaan Ruas Jalan Tol Trans Jawa, melalui PT JTT sebagai Badan Usaha yang mengelola.
"Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan dari seluruh pihak yang turut terlibat dalam mensukseskan aksi korporasi ini," tutup Subakti.
Sementara itu, Deputi Bidang Hukum Kementerian BUMN Robertus Billitea yang hadir mewakili Menteri BUMN mengatakan, investasi semacam ini sangat dibutuhkan dalam rangka mendapatkan dana tambahan untuk membangun ruas-ruas tol baru di Indonesia.
"Kami berharap ke depannya Jasa Marga Group mampu menjalankan Visi Misi Indonesia di bidang infrastruktur serta menegaskan peran BUMN dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
Baca Juga: Jasa Marga Raih 2 Penghargaan di TOP GRC Awards 2024 Berkat Konsistensi Penerapan Prinsip GRC
"Semoga Jasa Marga juga dapat mengoptimalkan setiap kesempatan yang ada untuk dapat menjadi perusahaan yang lebih sehat, kuat, dan berkelanjutan sehingga dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.
PT JTT yang berdiri sejak tahun 2017 merupakan Badan Usaha Jalan Tol yang mengelola 13 Ruas Tol Trans Jawa sepanjang 676 Km yang terbagi dalam 3 wilayah ruas operasional yaitu wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Jalan Tol Trans Jawa memberikan multiplier effect di berbagai sektor dalam hal kontribusi yang signifikan bagi konektivitas dan perekonomian nasional, terutama meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa (logistik), pengembangan kawasan strategis seperti bandara, pelabuhan, kawasan industri, pariwisata serta meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa.
Jalan Tol Trans Jawa merupakan jalur strategis dengan volume lalu lintas yang terus tumbuh dari tahun ke tahun dan memiliki peran vital di masyarakat terutama dalam mendukung mobilitas dalam rangka arus mudik dan balik terutama dalam periode Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru.