Fokus program tahun ini membentuk kelompok baru serta diversifikasi produk dan mendukung ekonomi sirkular dalam memproduksi abon, albumin, dan produk turunan lainnya.
Program ini bekerja sama dengan kelompok nelayan melalui inisiatif "Saraba Iwak" yang bersinergi dengan Kelompok Barokah.
Baca Juga: Terobosan Ramah Lingkungan PEP Sukowati Field Efisienkan Operasi Migas
Mereka mengadakan pelatihan bagi anggota mengenai administrasi, penjualan online, dan peningkatan kemampuan dalam pengelolaan lingkungan melalui penggunaan teknologi spinner hemat energi.
Hal ini diharapkan mendukung target Zero Waste Production dalam pengolahan produk-produk Kuas Jirak.
Head of Communication Relations & CID Zona 9 Elis Fauziyah menjelaskan, program ini berhasil mengurangi limbah minyak jelantah hingga 500 mililiter (ml) per bulan yang diolah menjadi sabun dan menghemat energi listrik sebesar 445,95 kWh per tahun.
Baca Juga: Dorong Produksi Migas, Morowali Jadi Fokus Pengeboran Baru PEP Donggi Matindok Field
”Program ini juga memberdayakan 25 perempuan dalam pengolahan ikan, memberikan keterampilan tambahan, dan memberikan kontribusi terhadap penetapan Desa Jirak sebagai Kampung Haruan oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong pada 2022,” ujar Elis.
Ketua Kelompok Barokah, Sri Hartini, mengungkapkan bahwa PEP Tanjung Field telah memberikan pelatihan berharga bagi kelompoknya.
"Kami mendapatkan pelatihan intensif dalam pengolahan abon hingga pemasaran produk. Tahun ini juga dibentuk kelompok baru, Sukma Saji, yang fokus pada produk camilan seperti pangsit ikan dan kerupuk tulang ikan," paparnya.
Baca Juga: Sejalan dengan SDG’s, PHE NSO dan PEP Lirik Field Raih Penghargaan TJSL & CSR Award 2024
Kepala Desa Jirak, Pansyah, mengapresiasi keberhasilan PEP Tanjung Field dalam memberdayakan masyarakat Desa Jirak.
Ia berharap program ini terus berkembang dengan terbentuknya kelompok-kelompok baru yang menghasilkan produk inovatif lainnya.***