Selama proses pengerjaan, terdapat sejumlah tantangan seperti kondisi lahan yang sempit dan terjal, keterlambatan pembebasan lahan, cuaca yang ekstrem, kurangnya ketersediaan material inti dari area bendungan, serta akses jalan yang masih dalam proses pengerjaan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Baca Juga: Hutama Karya Gelar Workshop Digitalisasi untuk UMKM Sumatra Barat
Kendati demikian, hal tersebut tidak menjadi kendala bagi Hutama Karya untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan standar kualitas terbaik.
“Untuk memastikan percepatan penyelesaian proyek ini, Hutama Karya melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, serta mengoptimalkan penggunaan teknologi yang ada.
“Kami yakin dengan dukungan dan sinergi dari semua pihak, proyek ini akan rampung sesuai target,” tutup Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Setelah terbangunnya Bendungan Meninting, masyarakat sekitar akan merasakan berbagai manfaat, seperti peningkatan pasokan air untuk irigasi seluas 1559,29 Ha yang mendukung pertanian, pengendalian banjir, penyediaan air baku bagi kebutuhan rumah tangga dan industri, serta potensi pengembangan pariwisata.
Dengan demikian, bendungan ini tidak hanya menjadi infrastruktur vital, tetapi juga pendorong kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Lombok Barat.***