Kabar BUMN – Manajemen PT Pertamina Internasional Eksplorasi Produksi (PIEP) dan PT Pertamina Irak Eksplorasi Produksi (PIREP) mengambil sikap terkait ketegangan geopolitik yang terjadi belakangan ini di Timur Tengah.
Langkah yang diambil salah satunya dengan memberikan dukungan moral kepada keluarga Perwira PIREP yang saat ini berada di Irak.
Dukungan diberikan dengan mengunjungi salah satu keluarga Perwira.
Baca Juga: Prestasi PIEP di HUT ke-78 SPS 2024, Kantongi Silver Winner Kategori Press Release Terbaik
Direktur Utama PIEP, Jaffee A. Suardin memahami tantangan dan risiko pekerjaan para Perwira yang bertugas di wilayah seperti Irak.
Kondisi geopolitik yang belum stabil tentu menimbulkan kekhawatiran bagi Perwira di lapangan maupun keluarganya.
“PIEP dan PIREP memprioritaskan keselamatan Perwira kami dan memastikan bahwa semua tindakan mitigasi yang diperlukan dikelola secara efektif.
Baca Juga: Kinerja Memuaskan PIEP di Pertengahan 2024: Hasil Operasi dan Keuangan di Atas Target
"Dalam kondisi saat ini, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan dan sumber daya yang diperlukan untuk membantu Perwira dan keluarganya," ungkapnya.
Direktur Utama PIEP bersama Country Manager PIREP, VP Business Suport serta Manager Relations PIEP juga menyampaikan apresiasi kepada istri dan anak Perwira, sekaligus mengutarakan bahwa loyalitas dan dedikasi Perwira PIREP mencerminkan komitmen PIEP untuk berkontribusi pada ketahanan energi nasional.
Sehingga dukungan istri dan anak, akan menguatkan Perwira dalam menjalankan tugas.
Baca Juga: Catatkan Kinerja Positif, Ini Beberapa Pencapaian PIEP yang Paling Menonjol di Tahun Buku 2023
Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga menyampaikan terima kasih atas support perusahaan, yang selalu memastikan semua pihak bersama-sama saling membantu saat menghadapi masa sulit ini.
Selain secara intensif memonitor perkembangan geopolitik, saat ini PIEP dan PIREP juga fokus pada komunikasi internal baik di lingkungan Pertamina maupun keluarga Perwira serta memastikan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan kunci seperti para partner international, Pemerintah Irak, Pemerintah Indonesia dengan memprioritaskan keselamatan pekerja.