Saat ini, masyarakat menghadapi tantangan dalam memperoleh BBM dengan harga yang terjangkau.
Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Alam Terbaik di Malang yang Wajib Dikunjungi
“Kini, para petani di Kampung Telaga Sari dapat memanfaatkan pompa air listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan."
"Saya atas nama Petani Telaga Sari mengucapkan terima kasih kepada bantuan pompa air listrik dan saluran listrik dari PLN,” jelas Slamet.
Di sisi lain, Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Komandan Satuan Tugas Pertahanan Pangan (Dansatgas Hanpangan) Kementerian Pertanian RI, menjelaskan bahwa penggunaan pompa air listrik diperkirakan dapat mengurangi biaya operasional petani hingga lebih dari 25 persen.
Dengan dukungan listrik yang andal dari program EA PLN, diharapkan strategi ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan pangan masyarakat.
“Targetnya, dengan adanya EA, produktivitas petani di Telaga Sari dapat meningkat hingga 50 persen."
"Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan nasional."
Baca Juga: Terbongkar! Simak Cara Memenangkan Toyota Veloz dari Undi-Undi Hepi Telkomsel Bulan Oktober 2024
"Dengan luas satu juta hektare nantinya, maka bisa dibayangkan apabila menggunakan pompa listrik akan lebih hemat biayanya dibandingkan dengan menggunakan pompa air dengan bahan bakar solar," paparnya.
Lebih lanjut, Ahmad menambahkan bahwa dibandingkan dengan pompa air diesel, penggunaan pompa air listrik untuk lahan pertanian dapat menghemat biaya operasional hingga lebih dari Rp400 ribu per hektare dengan estimasi pengisian air sebanyak enam kali dalam tiga bulan.
Penggunaan pompa listrik juga lebih efisien dari segi waktu.
Baca Juga: Ada Lagi Lowongan Magang BUMN Bersertifikat dan Dapat Uang Saku, Segera Daftar ke Perumnas
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menjelaskan bahwa program EA merupakan inovasi PLN untuk mendukung modernisasi sektor pertanian di Indonesia dengan memanfaatkan listrik dalam operasionalnya.