Pihaknya telah memastikan bahwa alat pertanian modern yang berbasis listrik lebih murah dan efisien.
“Lewat program EA ini, sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan ke depannya yang beralih menggunakan listrik dalam kegiatannya bisa semakin efisien dan produktif."
"Selain itu, PLN tak hanya menghadirkan listrik tetapi juga membantu konversi alat dari mesin berbahan bakar minyak (BBM) ke listrik,” kata Darmawan.
Dia juga optimis bahwa program EA ini akan meningkatkan produktivitas para petani.
Menurutnya, penggunaan pompa air listrik yang terbukti lebih efisien dibandingkan pompa air diesel akan sangat membantu para petani di masa mendatang.
Baca Juga: Cukup Rogoh 50 Ribu Saja, Simak Jam Operasional DAMRI Rute Tanjung Redeb-Tanjung Batu
“Kami mendorong para petani atau pelaku usaha di sektor agrikultur melakukan inovasi teknologi berbasis listrik agar lebih modern dan membuat produktivitas mereka meningkat signifikan dibanding dengan menggunakan energi fosil," tambah Darmawan.
Sementara itu, Adi Priyanto, Direktur Distribusi PLN, mengungkapkan bahwa untuk mendukung program ini, PLN telah membangun jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang satu kilometer sirkuit (kms) yang dipasok oleh sistem Merauke.
Langkah ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan daya sebesar 513 kilowatt (kW) pada lahan percontohan tersebut.
Baca Juga: Indahnya Kahyangan Skyline: Destinasi Wisata Wonosobo dengan Pemandangan Pegunungan Dieng
“Listrik ini akan digunakan untuk mengairi sawah di lahan Kampung Telaga Sari. Ke depan, PLN akan terus berpartisipasi aktif dalam menyediakan infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung keberlangsungan program ini."
"Kami harap setelah listrik masuk, para petani bisa bekerja lebih cepat dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraannya,” tutup Adi.***