Kabar BUMN – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC berkomitmen mendukung pembangunan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan ITDC melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di kawasan The Mandalika.
Terbaru, ITDC menggelar program Integrated Farming System dan monitoring pencegahan stunting di Dusun Mongge II, Desa Sukadana.
Program Integrated Farming System dilaksanakan pada Jumat (11/10) dengan bekerjasama bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan Pariwisata (P3TA) Universitas Mataram sebagai narasumber dan pendamping.
Sementara program monitoring pencegahan stunting digelar pada Sabtu (12/10).
Corporate Secretary Group Head ITDC, Million Sekarsari, menyatakan, "Integrated Farming System hadir sebagai inisiatif ITDC untuk memberdayakan petani lokal dengan memberikan pelatihan yang komprehensif, mulai dari pengolahan hasil pertanian hingga pendampingan budidaya tanaman.”
Dalam pelatihan ini, sebanyak 20 warga perempuan di Dusun Mongge II, Desa Sukadana dilibatkan untuk mempelajari cara mengolah komoditas lokal seperti jamur, cabe, kelor, dan turi menjadi produk bernilai jual tinggi.
Produk-produk tersebut meliputi kopi kelor, teh kelor, bon cabe, hingga stik kelor.
Program ini juga memfokuskan pada keberlanjutan, melalui pendampingan budidaya tanaman pepaya calina, kelor dan juga cabe lokal, yang berpotensi menambah nilai ekonomi bagi para petani.
Melalui pendekatan ini, ITDC tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga membangun sistem pertanian terpadu yang lebih efisien dan berkelanjutan bagi komunitas lokal.
Ke depannya, ITDC juga akan melanjutkan program Integrated Farming System di Dusun Ngolang, Desa Kuta sebagai bagian dari komitmen dalam memperluas dampak positif bagi komunitas lokal.