Di tempat terpisah, ITDC juga melakukan monitor program pencegahan stunting di Desa Prabu, di mana 32 anak kategori Wasting dan Stunting menerima makanan tambahan bergizi selama 56 hari yang telah dimulai sejak Selasa (10/9).
Sementara, para orang tua juga mendapat edukasi tentang pola makan sehat melalui demo masak oleh Chef Anton Sugiono, Duta Pencegahan Stunting NTB.
ITDC berharap program ini dapat mengurangi angka stunting, seperti yang berhasil dilakukan di Desa Mertak.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memberdayakan orang tua dengan pengetahuan tentang pola makan sehat.
"Kami optimis pendekatan ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan anak-anak di Desa Prabu.
Baca Juga: ITDC dan Jasaraharja Putera Tandatangani Kesepakatan Kerja Sama untuk Asuransi Umum
"Sejauh ini, setelah 28 hari program terlaksana, monitoring pengukuran berat badan dan tinggi badan bagi anak dengan kategori wasting dan stunting ini telah menunjukkan progress yang baik.
"12 anak dengan kategori wasting rata-rata telah mengalami kenaikan berat badan hingga mencapai status normal.
"Sedangkan anak-anak dengan kategori stunting beberapa juga sudah mengalami peningkatan berat dan tinggi badan meskipun masih ada beberapa yang masih perlu dipantau lebih intensif untuk dapat mencapai progress yang lebih baik,” imbuh Million.
Baca Juga: InJourney Aviation Services dan ITDC Siap Sukseskan MotoGP 2024 Mandalika
Selain itu, untuk meningkatkan kualitas layanan di kawasan The Mandalika, ITDC mengadakan sosialisasi dan pembekalan bagi anggota keamanan pleton 1, 2, dan 3 pada Rabu (9/10).
Pelatihan ini berfokus pada tiga aspek utama diantaranya disiplin, hospitality, dan pelayanan pengunjung, guna memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan di kawasan The Mandalika.
PGS. General Manager The Mandalika Wahyu M. Nugroho mengatakan, “Kami percaya bahwa aspek keamanan dan kenyamanan adalah pilar penting dalam industri pariwisata.