Kabar BUMN - PT Badak NGL, salah satu anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina, kembali dianugerahi penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama dalam ajang Penghargaan Keselamatan Migas 2024.
Penghargaan diraih berkat konsistensi dan dedikasinya dalam menerapkan aspek kebijakan Safety, Health, Environmental, and Quality (SHEQ) pada budaya kerja perusahaan.
Mohammad Farouk Riza, selaku Deputy Director Sustainability Badak LNG menerima penghargaan tersebut saat acara seremonial penghargaan yang berlangsung di Hotel JS Luwansa, Jakarta pada Senin (7/10/2024).
Baca Juga: Mau Liburan ke Pulau Timor? Cek 5 Destinasi Wisata yang Paling Recomended untuk Dikunjungi
Penghargaan ini adalah sebuah pengakuan tahunan yang diberikan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Penghargaan ini ditujukan kepada kontraktor, Badan Usaha Hilir dan Penunjang Migas, perseorangan dan/atau kelompok orang yang melakukan usaha di bidang migas atas pencapaian besar dalam menjalankan kegiatan operasional bisnis tanpa adanya kecelakaan kerja.
Selain bentuk apresiasi, penghargaan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk menstimulasi peningkatan keselamatan kerja secara khusus pada industri migas.
Baca Juga: Dukung Peparnas XVII di Solo, Bank Mandiri Konsisten Dorong Prestasi dan Inklusivitas
Penghargaan Patra Nirbhaya yang diterima Badak LNG merupakan penghargaan berjenjang dari penghargaan yang telah diperoleh perusahaan pada tahun 2023 yakni Patra Nirbhaya Karya Utama.
Tahun ini, jenjang penghargaan yang diterima adalah Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha I atas prestasi perusahaan yang berhasil mencapai total 127.109.826 jam kerja aman yang diraih terhitung sejak 8 Desember 2006 hingga 30 April 2024.
Dengan begitu, Badak LNG telah sukses dalam mempertahankan capaian jam kerja aman selama lebih dari 17 tahun.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.
Kesadaran akan pentingnya aspek K3 dapat membantu untuk mengurangi probabilitas akan risiko dalam kegiatan operasional kerja.
Maka dari itu, Badak LNG sebagai perusahaan pengolah gas alam menjadi produk gas alam cair menyadari akan betapa krusialnya aspek K3 dalam budaya kerja agar risiko dari pengoperasian kilang dapat terhindar.