Menurut Senja, jam tangan tersebut merupakan hasil penelitian yang dimulai sejak Mei, dan ini adalah kali pertama timnya mempresentasikan Cagar Watch di depan publik.
Baca Juga: Gaspol! PLN dan Kementerian ESDM Sukses Gelar Balap Motor Listrik Konversi Putaran Ke-2 di Bogor
“Kami menghadapi banyak tantangan, terutama terkait pendanaan. Beruntung kami mendapat dukungan dari Pertamina, yang membantu kami melanjutkan pembuatan purwarupa Cagar Watch hingga siap dipasarkan,” jelas Senja.
Forum IIA 2024 menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi sektor hulu migas.
Mereka mendapatkan pengalaman praktik di lapangan dan kesempatan memperoleh pendanaan dari Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa.
Baca Juga: Sistem Refund Terbaru di KAI Bandara: Semakin Mudah dan Lebih Cepat
“Kami berharap melalui acara ini, kemitraan antara akademisi dan Pertamina semakin erat, terutama dalam mendorong inovasi di kalangan mahasiswa,” ujar Pinto Budi Bowo Laksono, Manager Communication, Relations & CID Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa.
Ajang kolaboratif ini juga mendapat apresiasi dari Direktur Inovasi dan Science Techno Park ITS, Dr. Eng Kriyo Sambodho, yang berharap forum ini bisa diadakan rutin setiap tahun.
Ia menekankan pentingnya peran perusahaan BUMN dalam mendorong inovasi di dunia akademis.
“Indonesia memiliki banyak perusahaan BUMN. Jika semua bisa memiliki forum serupa, ini akan mempercepat pertumbuhan iklim inovasi di kampus,” ungkapnya.***