Kemudian Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Camat Ngasem, Pemerintah Desa Ngasem, IDFoS Indonesia, LMDH Ngasem Barokah, BAZNAS, LAZISMU, LAZISNU, dan Yayasan Yatim Mandiri Bojonegoro.
Baca Juga: Mitratel Luncurkan MOVES, Gerakan Olahraga Sambil Berdonasi untuk Hidup Lebih Berarti
Hadir juga dalam kegiatan ini jajaran manajemen PEPC Zona 12 yaitu; Agung Prabowo selaku Manager JTB Field bersama HSSE Manager, Benny Rahardian, dan SCM Manager, Gunanto.
Agung Prabowo menyampaikan bahwa terdapat 4 pilar program pengembangan masyarakat (PPM) yang dilakukan oleh PEPC dalam upaya menumbuhkembangkan masyarakat di sekitar area operasi, yaitu; Pendidikan Ekonomi, Kesehatan, dan Lingkungan.
Kegiatan penanaman ini merupakan komitmen PEPC dalam berkontribusi untuk upaya pelestarian lingkungan.
"Semoga penanaman pohon kali ini memberikan manfaat dan keberkahan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar," tuturnya.
Sementara itu Kepala Administratur KPH Perhutani Bojonegoro, Slamet Juwanto menyampaikan bahwa upaya pelestarian kawasan hutan ini membutuhkan kerjasama dengan semua pihak, agar upaya pengembalian fungsi lahan hutan dapat berhasil dan memberikan dampak positif sesuai yang diharapkan.
"Perhutani akan terus berkomitmen untuk bersama-sama melakukan perawatan dan penambahan penanaman kehutanan agar cakupan tutupan lahan di kawasan petak 52-A1 bisa menjadi percontohan keberhasilan penerapan sistem Agrosilvopastura di Kabupaten Bojonegoro," ujarnya.
Baca Juga: Daftar 27 Kereta Api yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara pada 20 Oktober 2024
Rangkaian acara dalam kegiatan ini antara lain observasi pengelolaan usaha peternakan domba dan pertanian berkelanjutan yang dikelola oleh LMDH Ngasem Barokah, obeservasi sumber air serta fasilitas perawatan dan penyiraman tanaman dimana puncak kegiatan adalah seremoni penanaman pohon di kawasan percontohan konservasi keanekaragaman hayati.
Acara ini diharapkan dapat mempererat kerja sama lintas sektor dalam upaya pelestarian lingkungan.
Untuk memastikan pemenuhan kebutuhan air dalam perawatan penanaman pohon yang ditanam, PEPC bersama Pertamina Sub Holding Upstream telah melakukan pemasangan solar panel atau listrik tenaga surya dengan daya 8.800 Watt guna mendukung system pengairan dengan sumber energi yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Komitmen KAI dalam Mewujudkan Ruang Aman Diakui oleh Komnas Perempuan
Total daya listrik tenaga surya yang telah terpasang pada kawasan hutan si petak 52-A1 adalah 12.300 Watt, setelah sebelumnya pada tahun 2023 PEPC bersama mitra juga telah memasang fasilitas solar panel dengan daya 3.500 Watt yang dimanfaatkan untuk keperluan kandang budidaya kambing oleh LMDH.