Kabar BUMN – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap siap dibangun oleh Pertamina di Kilang Balikpapan.
PLTS tersebut dibangun dari hasil kolaborasi PT Kilang Pertamina Internasional dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE).
Memiliki kapasitas 2,5 MWp, ini akan menjadi PLTS terbesar yang dipasang di area operasi Pertamina.
Baca Juga: SMEXPO 2024: Pertamina Bocorkan Tips Jitu Pemasaran Digital untuk Dorong UMKM Semakin Cuan
Direktur Proyek & Operasi Pertamina NRE, Norman Ginting menyampaikan bahwa kerja sama yang dilakukan dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini adalah sesuatu yang konkret komitmen Pertamina.
“Saya sangat mengapresiasi dan antusias dengan kolaborasi strategis ini.
"Ini bukan kolaborasi kami yang pertama dengan Kilang Pertamina Internasional dalam proyek pemanfaatan PLTS di area kilang.
Baca Juga: Terobosan Pertamina Dukung Swasembada Energi, Siapkan 4 Teknologi Rendah Karbon
"Pertamina NRE berkomitmen terus mendukung upaya penurunan emisi di area-area operasi Pertamina, apalagi PLTS yang akan dibangun di Kilang Balikpapan ini akan menajdi PLTS dengan kapasitas terbesar di Pertamina.
"Kami sangat senang bahwa kolaborasi ini terus berlanjut,” ujar Norman dalam acara Construction Commencement Ceremony PLTS tersebut.
Menambahkan hal tersebut, Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional, Didik Bahagia mengatakan bahwa pembangunan PLTS ini menjadi bentuk kontribusi dan bentuk kerja sama yang nyata, serta menjadi batu loncatan istimewa sebagai proses komitmen Pertamina untuk selau memanfaatkan energi baru terbarukan dan menjaga kelestrarian lingkungan.
Baca Juga: Pertamina Buktikan Profesionalisme di Bidang Hukum dengan Dua Penghargaan Prestisius
"Seremoni PLTS ini menjadi milestone yang istimewa sebagai proses komitmen Pertamina dalam rangka menurunkan emisi untuk mencapai Net Zero Emission yang harus tercapai di tahun 2060 mendatang.
"Jika PLTS ini berhasil dan selesai, maka total PLTS di PT KPI secara keseluruhan mulai dari Dumai hingga Balikpapan menjadi sebesar 12,37 MWp," ujar Didik.