"Ke depannya, chatbot ini akan terhubung dengan data lainnya seperti data survei hidrologi, lalu lintas, hingga Detail Engineering Design (DED), serta dapat digunakan untuk melihat historis kerusakan saat jalan tol beroperasi,” tambah Adjib.
Baca Juga: Evolusi Pupuk Kaltim: 1.797 Karyawan Berkontribusi untuk Masyarakat dan Lingkungan
Terakhir, Hutama Karya juga sedang membangun sistem manajemen aset jalan tol berbasis AI yang mampu mendeteksi dan menganalisis kerusakan secara otomatis.
Sistem ini mengidentifikasi dan mendeteksi hingga analisis kerusakan pada jalan tol.
Kedepannya pengembangan implementasi AI di Hutama Karya akan terbagi dalam tiga fase utama yakni Fase Initiation (2024), Fase Foundation (2025), serta Fase Transformation (2026).
“Keseluruhan transformasi teknologi ini diharapkan dapat mendukung dan mempercepat penyelesaian pembangunan JTTS melalui proses perencanaan yang lebih cepat, lebih tepat, dan lebih efisien, sehingga memitigasi potensi terjadinya perubahan trase dalam proses pembangunan yang akan memperlambat proses penyelesaian JTTS,” tutup Adjib.***