Kabar BUMN - Demi meningkatkan kinerja keselamatan dan integritas aset, Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa dan PT Badak NGL menyelenggarakan HSSE Forum di Kantor Pusat Regional Jawa di Jakarta, Senin (28/10/2024).
Forum dengan tajuk “Upstream HSSE Leadership Forum & PSAIMS Strategic Insight for Executives 2024” ini dihadiri 65 pimpinan tertinggi dari anak-anak perusahaan hulu migas Pertamina, yang bekerja di bawah pengelolaan Pertamina Hulu Energi (PHE), dan PT Badak NGL.
Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan wawasan dan keterampilan para pimpinan mengenai pengelolaan Process Safety & Asset Integrity Management System (PSAIMS).
Baca Juga: Daftar Direksi dan Komisaris Baru Pertamina yang Ditetapkan dalam RUPS Kementerian BUMN
PSAIMS merupakan bagian penting dari pencapaian performa health, safety, security and environment (HSSE) di operasi hulu migas.
Bertindak sebagai tuan rumah, Direktur Regional Jawa Wisnu Hindadari mempertegas komitmen Regional Jawa terhadap kinerja keselamatan melalui penandatanganan Komitmen Sistem Izin Kerja Selamat (SIKA) Subholding Upstream 2024.
Implementasi komitmen atas SIKA termaktub dalam Roadmap PSAIMS Regional Jawa 2024-2026.
Baca Juga: Hingga Kuartal Tiga 2024, Realisasi Dekarbonisasi Pertamina Telah Berhasil Lampaui Target
“Kami menerapkan keselamatan kerja dengan menghadirkan Process Hazard Analysis, Major Accident Hazard, dan Safety & Environment Critical Element (SECE)/Barrier Management untuk seluruh fasilitas di Zona 5 (PHE ONWJ), Zona 6 (PHE OSES), dan Zona 7 (PEP Jawa bagian barat),” kata Wisnu.
Selain itu, juga dijelaskan sejumlah pencapaian dan program HSSE lainnya untuk menunjang kinerja operasi dan bisnis Regional Jawa.
Forum ditutup VP HSSE Suholding Upstream Gelar Winayawidhi Suganda yang menekankan pentingnya keterampilan dalam mengelola PSAIMS.
Baca Juga: Pertamina Dorong Inklusi dan Kewirausahaan Perempuan Melalui PFpreneur
Gelar mengungkapkan, “Dengan komitmen para pimpinan untuk mewujudkan pengelolaan PSAIMS yang efektif, sistem ini akan mampu mendukung kinerja keselamatan kerja dan proses keselamatan."
"Sehingga dapat tercapai operasi yang andal dan keberlangsungan bisnis, serta meningkatnya citra perusahaan,” ujar Gelar.***