Baca Juga: Bunga Matahari di Ladang Kota Batu Kembali Mekar, Segera Kunjungi Sebelum Layu!
"Melalui BIM, kami dapat memodelkan bangunan secara virtual, sehingga dapat mengidentifikasi potensi masalah sejak dini dan melakukan perbaikan sebelum pelaksanaan konstruksi di lapangan.”
BIM, teknologi informasi yang memungkinkan pengelolaan digital informasi bangunan sepanjang siklus hidupnya, menjadi alat penting untuk mencapai konstruksi yang lebih efisien dan berkualitas tinggi.
Adopsi BIM ini merupakan wujud komitmen Brantas Abipraya dalam meningkatkan kecepatan dan presisi pembangunan.
Baca Juga: SUTET 275 kV Muara Enim – Gumawang Beroperasi Penuh, PLN Capai TKDN 90 Persen
Dalam kerja sama dengan BUMN konstruksi lainnya, Brantas Abipraya bertanggung jawab atas pembangunan runway, taxiway, apron, dan relokasi jalan.
“Dengan implementasi BIM, kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu sehingga dapat dioperasikan penuh pada Desember 2024."
"BIM juga memungkinkan kami menampilkan ciri khas budaya Kalimantan pada desain terminal dan mengusung konsep green airport,” tambah Sugeng Rochadi.
Baca Juga: Mengenal iPhone 15 128 GB Hingga Kelebihannya
Dengan teknologi BIM, kualitas struktur dan estetika bandara terjamin, dan Sugeng optimis manfaat bandara ini dapat segera dirasakan.
Proyek yang dimulai sejak 28 November 2023 ini memperkuat kontribusi Brantas Abipraya dalam mengedepankan karya anak bangsa pada pembangunan IKN.
“Sebagai salah satu BUMN konstruksi di Indonesia, Brantas Abipraya terus aktif berperan dalam pembangunan infrastruktur nasional dengan fokus pada kualitas, ketepatan waktu, dan inovasi teknologi."
Baca Juga: Rekomendasi Bacaan Bertema Traveling untuk Teman Akhir Pekan di Rumah
"Kami senantiasa berkomitmen untuk memberikan kinerja terbaik di setiap proyek kami,” tutup Sugeng Rochadi.***