rilis-bumn

Program CSR Pertamina EP Tarakan Field Go Internasional, Tampil di Ajang Asia Pacific Oil & Gas Conference & Exhibition 2024 di Perth Australia

Kamis, 7 November 2024 | 08:00 WIB
Program CSR Akar Sampah dari PEP Tarakan Field tampil di ajang Asia Pacific Oil & Gas Conference & Exhibition (APOGCE) 2024 di Perth, Australia pada 15-17 Oktober lalu. (Dok. PEP Tarakan Field)

Kabar BUMN – PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field dari Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina turut berpartisipasi dalam ajang Asia Pacific Oil & Gas Conference & Exhibition (APOGCE) 2024.

Dalam ajang yang digelar di Perth, Australia pada 15-17 Oktober 2024 lalu itu, PEP Tarakan Field membawa salah satu program CSR unggulannya, yaitu Akar Basah (Aliansi Kerja Bebas Sampah).

Program CSR Akar Basah yang diinisiasi PEP Tarakan Field pun sukses mencuri perhatian di ajang yang mengusung tema "Advancing Energy In Asia Pacific: Opportunities, Challenges And Solutions" tersebut.

Baca Juga: PEP DMF Raih Penghargaan Internasional WSO 2024, Bukti Komitmen Utamakan Keselamatan Kerja Melalui Program TABE

Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, hadir di acara tersebut sebagai pembicara dalam technical session mewakili tim Program Akar Basah.

Tim Program Akar Basah sendiri terdiri dari Dony Indrawan, Isrianto Kurniawan, Dharma Saputra, Abrar Siregar, Riduansyah, dan Aditya Cahya Kurnia Rahman.

Pada sesi ini, Program Akar Basah mengambil judul Improving Local Potential and Attempting to Save Environment Between Indonesia – Malaysia Border.

Baca Juga: Pertama dalam Sejarah! PEP Adera Field Cetak Rekor Produksi Minyak Harian Tertinggi di Tahun 2024

“Di APOGCE 2024, kami memaparkan keberhasilan Program Akar Basah di Kabupaten Nunuka, Kalimantan Utara dalam memanfaatkan peluang pengembangan potensi lokal berupa pertanian rumput laut yang ditanam dengan metode floating rope farming dengan melakukan inovasi pengolahan limbah botol plastik menjadi produk media tanam terapung (float) yang lebih bernilai dan tahan lama,” ujar Dony.

Sejak dijalankan, Program Akar Basah telah berhasil menciptakan produk media tanam rumput laut (float) yang lebih baik dan tahan lama sehingga mampu mengurangi peningkatan limbah botol plastik yang mayoritas berbahan PET yang dipakai oleh petani untuk menanam rumput laut.

“Botol plastik berbahan PET yang selama ini digunakan sebagai float hanya bertahan sekitar dua kali panen atau sekitar 80 hari.

Baca Juga: Produksi Energi Nasional Meningkat, PEP Prabumulih Field Raih Keberhasilan dari Sumur GNK-102 dan GNK-103

"Kini, produk float baru berbahan limbah plastik HDPE dari Program Akar basah bisa bertahan sampai 8-12 bulan,” ujarnya.

Di tahun 2023, menurut Dony, Program Akar basah berhasil mendaur ulang 7,8 ton limbah plastik HDPE menjadi float yang berkualitas dan tahan lama sehingga mengurangi potensi peningkatan timbulan puluhan ton limbah botol plastik berbahan PET untuk pertanian rumput laut.

Halaman:

Tags

Terkini