“Ini bukan hanya tentang memenuhi target, tetapi bagaimana kami bisa menciptakan bisnis yang selaras dengan masa depan rendah emisi dan mendukung transisi energi yang berkelanjutan," kata John.
Baca Juga: Perayaan Topping Off Ceremony Layanan Aesthetic & Plastic Surgery di KEK Sanur
Kolaborasi internasional menjadi langkah penting lainnya dalam upaya ini.
Bersama mitra seperti ExxonMobil dan perusahaan Jepang, PNRE turut mengembangkan proyek penyimpanan karbon di reservoir minyak dan gas yang sudah tidak aktif di Indonesia.
Potensi penyimpanan karbon ini diperkirakan mencapai hingga 5 gigaton CO2, yang diharapkan bisa berkontribusi signifikan pada pengurangan emisi di Indonesia.
Baca Juga: Tarif Sky Dining Gondola Ancol Turun, Waktu Tepat untuk Reservasi Sekarang!
John juga menyampaikan bahwa Pertamina mendukung acara-acara net zero dengan mengadopsi sertifikasi net zero serta menggunakan kompensasi kredit karbon.
“Generasi muda sekarang semakin peduli dan ingin berkontribusi dalam pengelolaan risiko lingkungan."
"Langkah ini membuktikan bahwa Pertamina tidak hanya berfokus pada keberlanjutan bisnis, tetapi juga pada masa depan yang lebih hijau,” tutupnya.***