Selain itu, akan dilaksanakan forum HSSE secara rutin sehingga seluruh bagian perusahaan terus aware terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
Melalui sinergi bersama stakeholder, diharapkan bahwa penerapan standar HSSE yang baik akan mendukung kelancaran operasional pelabuhan, meningkatkan keselamatan kerja, dan membawa manfaat positif bagi semua pihak yang terlibat, termasuk masyarakat sekitar.
Ditambahkan SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami bahwa, sebagai bentuk implementasi transformasi bidang HSSE, PTP Nonpetikemas berkomitmen untuk memperkuat standar keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) dalam seluruh aktivitas operasionalnya.
Upaya ini bertujuan untuk memastikan bisnis pelabuhan yang aman dan berkelanjutan.
“Perusahaan terus komitmen dan konsisten mengidentifikasi dan mengurangi risiko utama seperti kecelakaan kerja, pencemaran lingkungan, dan gangguan keamanan.
"Langkah preventif dilakukan melalui berbagai cara, dengan adanya dashboard HSSE yang memantau implementasi HSSE di terminal dan penerapan ketat prosedur kerja yang memenuhi standar dan sosialisasi rutin terkait penerapan HSSE di lingkungan kerja,” imbuh Fiona.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya S Joko, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu, Dili Andrianto, Deputi Manager Operasi dan Teknik PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, M Israyadi, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Pulau Baai Bengkulu, Samsul Rizal, Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, serta perwakilan dari asosiasi perusahaan bongkar muat (APBMI), perusahaan pelayaran (INSA), ALFI/ILFA DPC Bengkulu, dan koperasi tenaga kerja bongkar muat.
Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan, PTP Nonpetikemas Teluk Bayur Telah Menerapkan PTOS-M Sejak 2023
Kehadiran para pihak ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan di sektor pelabuhan.***