Kesempatan ini mencakup pengelolaan untuk total 28 Sumur, yang terdiri dari Struktur Kampung Minyak yang berada di PEP Limau Field, Zona 4 dan Struktur Sungai Lilin yang berada di PEP Ramba Field.
Baca Juga: PT MUM Buka Lowongan Kerja Hingga Akhir November, Syarat Minimal SMK/SMA Sederajat dan Belum Menikah
Jadi, jumlah Sumur yang telah dikerjasamakan dari Batch 1 hingga Batch 2 Lanjutan ini ada sebanyak 103 Sumur, yang dimana Sumur yang telah dikerjasamakan pada Batch 1 sebanyak 20 Sumur, pada Batch 2 sebanyak 55 Sumur dan Batch 2 Lanjutan sebanyak 28 Sumur.
VP Production & Operation PHR Regional 1 Sumatera, Heru Irianto, menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya dari PHR Regional 1 Sumatera sebagai inovator dalam mengawali pelaksanaan program reaktivasi Idle Well yang telah didiskusikan lebih lanjut bersama kementerian ESDM dan SKK Migas.
Ia berharap semoga kerja sama ini memberikan keuntungan yang lebih baik untuk pihak Pemerintah, Pertamina maupun Mitra.
"Dalam pelaksanaan operasional dilapangan harapannya para Mitra dapat menjaga kepatuhan peraturan yang berlaku dan taat terhadap aspek HSSE dengan tetap memperhatikan lingkungan sekitar area kerja,” tambah Heru.
Subkoordinator Penyiapan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional, Firdaus Wajdi, mengungkapkan, reaktivasi Idle Well ini adalah sebagai salah satu langkah dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah menyatakan pentingnya reaktivasi sumur-sumur yang tidak beroperasi untuk mendongkrak produksi migas domestik.
“Salah satu inisiatif yang sering dijalankan oleh pemerintah adalah memberikan insentif bagi perusahaan migas untuk mengaktifkan kembali sumur-sumur yang tidak produktif, baik melalui program-program efisiensi maupun teknologi baru yang dapat meningkatkan tingkat keberhasilan reaktivasi,” ungkap Firdaus.
Senior Manager Produksi SKK Migas, Yunianto, menyampaikan bahwa Pemerintah dan SKK Migas terus mendorong upaya reaktivasi sumur-sumur tidak aktif sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan produksi migas nasional, melalui penerapan teknologi yang tepat guna, lebih efisien dan ramah lingkungan.
Program reaktivasi Sumur Idle ini merupakan bagian dari rencana strategis Pemerintah dalam program peningkatan produksi jangka pendek-menengah (2022-2025), juga sebagai perlindungan dan pengamanan aset negara, serta optimalisasi potensi cadangan minyak yang tersisa.
Pelaksanaan program penandatanganan perjanjian Batch-3 akan dilaksanakan secara parallel bersamaan dengan ketetapan Menteri terkait reaktivasi Sumur Idle.***