rilis-bumn

Bank Mandiri Soroti Soal Komitmen Ekonomi Berkelanjutan pada COP 29 di Azerbaijan

Selasa, 19 November 2024 | 13:30 WIB
Dalam COP 29 di Azerbaijan, Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengatakan bahwa kekuatan sumber daya alam Indonesia sebagai aset strategis dalam upaya global menjaga stabilitas iklim. (DOK.Bank Mandiri)

Kabar BUMN - Bank Mandiri sebagai agen perubahan menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda perubahan iklim global, melalui inovasi di sektor finansial khususnya pembiayaan berkelanjutan.

Sebab, dengan kekayaan alam yang melimpah, Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi secara signifikan dalam mengurangi emisi karbon dunia.

Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri, mengungkapkan bahwa posisi Indonesia dalam menjaga keseimbangan karbon sangat krusial.

Baca Juga: Hingga Oktober 2024, Kinerja Operasional Pelindo Regional 4 Alami Peningkatan

Menurutnya, peran untuk mencapai visi tersebut dapat dimaksimalkan melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dan penerapan strategi pembiayaan yang inovatif.

Hal itu disampaikan oleh Darmawan dalam acara Conference of the Parties (COP) ke-29 di Baku, Azerbaijan pada sesi bertajuk “CEO Climate Talks: Unlocking Innovative Climate Financing" di Paviliun Indonesia.

"Bank Mandiri berkomitmen untuk memimpin dalam inovasi pembiayaan berkelanjutan, memanfaatkan kekuatan sumber daya alam Indonesia sebagai aset strategis dalam upaya global menjaga stabilitas iklim," ungkap Darmawan di Baku, Azerbaijan, Senin (11/11) lalu.

Baca Juga: Keharmonisan Manusia dan Alam di Desa Wisata Jatiluwih, Bali, yang Mendapat Penghargaan The Best Tourism Village 2024

Lebih lanjut Darmawan menjelaskan, merujuk data Food and Agriculture Organization (FAO) of the United Nations, Indonesia memiliki tiga faktor penting terkait posisi tersebut.

Antara lain memiliki lahan gambut terluas di dunia, menjadi negara dengan keanekaragaman hayati terbanyak, hingga memiliki hutan tropis ketiga terluas di dunia.

“Indonesia bisa memimpin agenda perubahan iklim bila memanfaatkan potensi Nature Based Solution (NBS),” imbuhnya.

Baca Juga: Peluang Karier di GDPS: Ada Dua Posisi untuk Lulusan Minimal SMA/SMK Sederajat

Dalam paparannya, Darmawan menilai pentingnya pembenahan pada tiga aspek utama untuk membentuk ekosistem berkelanjutan di Indonesia.

Antara lain, keterbatasan pengetahuan terkait praktik bisnis berkelanjutan, akses terhadap teknologi yang belum merata di seluruh industri, dan kesenjangan pembiayaan untuk memperbesar skala proyek berkelanjutan.

Di sisi lain, Bank Mandiri juga memiliki dua fokus utama dalam penyaluran pembiayaan berkelanjutan ini.

Baca Juga: Eksplorasi Keajaiban dan Magnet Wisata Labuan Bajo Bersama ASDP

Pertama, menjalankan peran sebagai ESG Advisor bagi nasabah dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon. Kedua, memberikan pembiayaan untuk berbagai proyek berbasis iklim.

Halaman:

Tags

Terkini